ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Review Film Baghead, Narasi Kaku Dikemas dengan Visual Menarik

Selasa, 6 Februari 2024 | 08:12 WIB
TR
R
Penulis: Thomas Rizal | Editor: RZL
Baghead (2024).
Baghead (2024). (The Picture Company/Vertigo Entertainment)

Jakarta, Beritasatu.com - Baghead (2024) film produksi The Picture Company dan Vertigo Entertainment tayang perdana di bioskop Indonesia mulai Selasa (6/2/2024). Disutradarai oleh Alberto Corredor, Baghead memiliki visual yang dikemas dengan sinematografi unik, meski narasinya terkesan kaku dan klise.

Beritasatu.com mendapatkan kesempatan untuk mengikuti screening perdana film ini pada Senin (5/2/2024). Baghead yang diadaptasi dari film pendek berjudul sama garapan Corredor (2017), seperti mencoba bereksperimen layaknya Talk to Me (2023) dengan menggunakan pendekatan teknik dan elemen yang sama.

Setelah kematian ayahnya, Iris Lark (Freya Allan) mendapatkan warisan berupa pub tua yang bobrok di Berlin. Mencoba untuk mengungkap hubungan jauhnya dengan mendiang sang ayah, Iris melakukan perjalanan guna mengeklaim warisannya itu.

ADVERTISEMENT

Dengan menandatangani akta kuno yang aneh, Iris rupanya tak hanya mewarisi pub misterius itu, melainkan juga seluruh hal-hal mistis yang ada dalam pub, khususnya sang penunggu ruang bawah tanah, Baghead. Makhluk ini dapat berubah bentuk menjadi orang yang telah meninggal, membuat pemanggilnya bisa berkomunikasi dengan orang yang sudah meninggal selama dua menit dengan bayaran kepada sang pemilik pub--kini Iris--.

Neil (Jeremy Irvine), seorang pria yang rela membayar mahal untuk berbicara dengan mendiang istrinya yang sudah meninggal, membuat Iris terjebak dalam hubungan yang semakin kuat dengan Baghead. Bersama sahabatnya Katie (Ruby Barker), keduanya harus mencari cara menghancurkan mahluk mistis itu sebelum terjebak dalam bahaya yang lebih mencekam.

Baghead (2024). - (The Picture Company/Vertigo Entertainment)
Baghead (2024). - (The Picture Company/Vertigo Entertainment)

Alberto Corredor memberikan sentuhan visual yang unik dalam Baghead. Dengan sinematografi yang konsisten, film ini menangkap kegelapan dan ketegangan dengan baik, menciptakan atmosfer horor yang pas dalam film. Penggunaan efek dan latar suara juga menambah intensitas, khususnya ketika penonton dihadapkan dengan kehadiran Baghead.

Sayangnya, narasi dalam film berdurasi 95 menit itu terkesan kaku dan sama dengan film-film horor yang sudah ada. Beberapa elemen plot terasa dapat diprediksi justru menghilangkan elemen kejutan. 

Meskipun konsep awalnya inovatif, penyampaianya ke penonton tidak dieksekusi dengan baik secara naratif. Pendalaman karakter yang kurang, hingga latar belakang misteri dan pengungkapannya yang seolah sengaja disamarkan, membuat Baghead kurang greget sebagai film horor.

Dari segi akting, Freya Allan yang sebelumnya dikenal dalam serial The Witcher, tampil solid sebagai Iris, menggambarkan perjuangan dan keteguhan karakternya. Ruby Barker juga memberikan penampilan yang meyakinkan sebagai sahabatnya, begitu pula dengan Jeremy Irvine yang menjadi twist tersendiri dalam film.

Walau memiliki beberapa kekurangan, Baghead berhasil menciptakan ketegangan yang layak dinikmati penonton. Meski terkesan tidak menciptakan terobosan baru, Baghead tetap menyajikan pengalaman yang menghibur khususnya bagi penggemar horor.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT