Apa Penyebab Penyempitan Pembuluh Darah yang Dialami Sonny Septian
Selasa, 13 Agustus 2024 | 15:25 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Sakit kepala sering dianggap sepele, padahal bisa menjadi tanda adanya penyakit serius seperti penyempitan pembuluh darah di arteri karotis. Hal ini dialami oleh Sonny Septian, seorang aktor dan suami Fairuz A Rafiq, yang selama setahun mengeluhkan sakit kepala yang terus-menerus.
Awalnya, Sonny menganggap sakit kepala yang dialaminya sebagai masalah biasa. Namun, rasa sakit tersebut semakin parah hingga dia mengalami muntah-muntah dan diare, yang membuatnya harus dirawat.
Dokter kemudian menyarankan Sonny untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan dokter spesialis kepala untuk mencari tahu penyebab sakit kepalanya.
Setelah menjalani pemeriksaan, dokter merekomendasikan Sonny untuk melakukan magnetic resonance imaging (MRI). Hasil MRI menunjukkan adanya penyempitan pembuluh darah di kepala, yang memerlukan penanganan segera.
Apa Itu Arteri Karotis?
Disitat dari Mayo Clinic, penyakit arteri karotis terjadi ketika lemak, yang disebut plak, menyumbat pembuluh darah yang membawa darah ke otak dan kepala. Sumbatan ini pada tingkatan yang parah bisa meningkatkan risiko strok.
Gejala Arteri Karotis
Penyakit arteri karotis sering kali menunjukkan gejala yang penting untuk diperhatikan. Gejala-gejala tersebut antara lain:
- Mati rasa atau kelemahan tiba-tiba pada wajah atau anggota tubuh, biasanya terasa pada satu sisi tubuh. Gejala ini dapat menjadi indikasi adanya gangguan pada aliran darah di otak.
- Kesulitan berbicara atau memahami percakapan secara tiba-tiba. Kondisi ini bisa termasuk kesulitan dalam menemukan kata-kata atau memahami apa yang dikatakan orang lain, yang menunjukkan adanya gangguan pada area otak yang mengontrol bahasa.
- Gangguan penglihatan mendadak pada satu atau kedua mata. Penderita mungkin mengalami kehilangan penglihatan sementara atau perubahan pada penglihatan yang tidak bisa dijelaskan.
Baca Juga: Sonny Septian Ternyata Keracunan Makanan Sebelum Alami Penyumbatan Pembuluh Darah, Fairuz: Sampai Muntah 12 Kali
- Pusing atau kehilangan keseimbangan secara tiba-tiba. Gejala ini dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk berdiri atau berjalan dengan stabil.
- Sakit kepala parah tanpa sebab yang jelas. Sakit kepala yang intens dan tidak kunjung membaik, terutama jika disertai gejala lain, perlu diperiksa lebih lanjut.
Penyebab Arteri Karotis
Beberapa faktor risiko dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami penyakit arteri karotis:
1. Tekanan darah tinggi
Tekanan darah yang tinggi memberikan beban ekstra pada dinding arteri, melemahkannya dan meningkatkan kemungkinan terjadinya kerusakan serta penumpukan plak.
2. Merokok
Nikotin dari rokok dapat merusak lapisan dalam arteri dan menyebabkan peradangan. Merokok juga meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah, yang memperburuk kondisi arteri.
3. Diabetes
Diabetes mengganggu kemampuan tubuh dalam mengolah lemak, yang pada gilirannya meningkatkan risiko aterosklerosis (penumpukan plak dalam arteri) dan tekanan darah tinggi.
4. Kadar lemak darah tinggi
Tingginya kadar kolesterol lipoprotein densitas rendah (LDL) dan trigliserida dalam darah berkontribusi pada pembentukan plak di dinding arteri.
5. Riwayat keluarga
Memiliki kerabat yang menderita aterosklerosis atau penyakit arteri koroner dapat meningkatkan risiko Anda terkena penyakit arteri karotis, karena faktor genetik berperan penting.
6. Usia
Seiring bertambahnya usia, arteri menjadi kurang fleksibel dan lebih rentan terhadap cedera serta penumpukan plak.
7. Kurang olahraga
Gaya hidup yang tidak aktif dapat menyebabkan kondisi yang merusak arteri, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan obesitas.
Pencegahan Arteri Karotis
Untuk mencegah atau memperlambat perkembangan penyakit arteri karotis, beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan meliputi:
- Berhenti merokok
Menghentikan kebiasaan merokok dapat membantu memperbaiki kesehatan arteri dan mengurangi risiko penyakit.
- Jaga berat badan yang sehat
Menjaga berat badan ideal melalui pola makan seimbang dan olahraga teratur dapat mengurangi risiko kondisi yang merusak arteri.
- Makan makanan sehat
Mengonsumsi makanan yang kaya akan serat, rendah lemak jenuh, dan kolesterol dapat membantu mengontrol kadar lemak darah.
- Batasi konsumsi garam
Mengurangi asupan garam dapat membantu mengontrol tekanan darah dan mengurangi risiko kerusakan arteri.
- Berolahraga secara teratur
Aktivitas fisik yang rutin dapat membantu menjaga kesehatan jantung dan arteri, serta mencegah kondisi seperti diabetes dan hipertensi.
- Batasi atau hindari alkohol
Konsumsi alkohol yang berlebihan dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan masalah kesehatan lainnya.
- Kendalikan kondisi kesehatan seperti diabetes dan tekanan darah tinggi
Pengelolaan yang baik terhadap kondisi-kondisi ini melalui perawatan medis dan gaya hidup sehat dapat membantu mengurangi risiko penyakit arteri karotis.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Jet AS Rontok di Iran, Ini Daftar Peristiwa yang Memalukan Amerika




