30 Persen Warga DIY Sudah Nikmati Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Rabu, 19 Februari 2025 | 10:11 WIB
Yogyakarta, Beritasatu.com - Program pemeriksaan kesehatan gratis (PKG) ulang tahun di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah berlangsung selama dua minggu. Sementara, sebanyak 2.265 warga telah mendaftar, tetapi baru sekitar 30 persen yang telah menerima layanan pemeriksaan kesehatan.
Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam program ini. Menurutnya, masyarakat bukan hanya objek yang harus diatur, melainkan subjek yang harus dilibatkan dalam setiap tahap pelaksanaan.
"Pastikan semua yang mendaftar mendapatkan layanan yang baik. Prosentase 30 persen ini karena program baru dimulai, diharapkan 70 persen sisanya akan segera terlayani. Pendaftar selanjutnya juga harus mendapatkan pelayanan yang maksimal," ujar Paku Alam X saat menerima Kepala Dinas Kesehatan DIY dan Kepala Kanwil Kemenag DIY di Gedhong Pare Anom, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Rabu (19/2/2025).
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai elemen masyarakat dan perangkat daerah untuk mensukseskan program ini. Dukungan dari tokoh masyarakat, seperti kyai, RT, RW, serta organisasi pemuda dan sosial sangat diperlukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan.
"Seringkali mereka lebih mendengarkan tokoh masyarakat. Seperti saat pandemi Covid-19, kita bersama-sama memberikan pelayanan kepada masyarakat," tambahnya.
Selain itu, Paku Alam X mengingatkan perlunya perhatian khusus bagi kelompok lanjut usia (lansia), mengingat pendaftaran pemeriksaan kesehatan gratis ini dilakukan secara daring melalui aplikasi.
Ia menekankan bahwa warga yang tidak memiliki akses ke perangkat digital harus dibantu agar tetap bisa menikmati layanan kesehatan gratis ini.
"Kesadaran untuk memeriksakan kesehatan masih kurang, padahal semakin cepat kita mengetahui kondisi kesehatan, semakin baik," ujar Paku Alam X.
Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaningastuti mengungkapkan, program pemeriksaan kesehatan gratis membutuhkan dukungan penuh dari pimpinan daerah. Ia menargetkan 55 persen dari total penduduk DIY harus melakukan cek kesehatan pada 2025, sesuai dengan arahan pemerintah pusat.
Hingga saat ini, sebanyak 2.652 warga telah mendaftar, meskipun baru sekitar 30 persen yang telah mendapatkan layanan. Pembajun menjelaskan, program tersebut masih berada dalam tahap awal dan diharapkan angka tersebut meningkat seiring dengan edukasi yang terus diberikan kepada masyarakat.
Pembajun juga menyoroti perubahan peran puskesmas yang kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengobatan, tetapi juga sebagai fasilitas untuk pemeriksaan kesehatan secara preventif.
Meskipun demikian, masih ada beberapa kendala dalam pelaksanaannya, seperti keterbatasan sumber daya dan aplikasi yang belum sepenuhnya optimal.
"Pelayanan kesehatan gratis ini harus tetap berjalan seiring dengan pelayanan lainnya. Kami berharap dukungan dari pemerintah pusat dalam pengadaan bahan habis pakai agar pelayanan dapat berjalan lancar," ujarnya.
Pembajun juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menyukseskan program ini. Kolaborasi dengan kelompok-kelompok masyarakat, seperti Karang Taruna dan Dasa Wisma diharapkan dapat memfasilitasi pendaftaran dan pelaksanaan cek kesehatan, terutama bagi lansia yang kesulitan menggunakan aplikasi bagi warga yang ingin melakukan pemeriksaan kesehatan gratis.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




