ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Antisipasi Campak, Puluhan Balita Ikut Vaksinasi Massal Gratis

Sabtu, 20 September 2025 | 21:28 WIB
YT
MK
Penulis: Yohannes Tohap Hotman Tobing | Editor: MBK
Seorang anak didampingi ibunya menerima dosis vaksin campak dan rubella dari tenaga medis di Puskesmas.
Seorang anak didampingi ibunya menerima dosis vaksin campak dan rubella dari tenaga medis di Puskesmas. (AFP/Yuri Cortez)

Jakarta, Beritasatu.com — Untuk meningkatkan perlindungan anak di tengah meningkatnya kasus campak di sejumlah daerah, puluhan balita di Kramat Jati, Jakarta Timur, mengikuti vaksinasi massal gratis.

Berdasarkan pantauan, belasan hingga puluhan balita terlihat antre di Rumah Vaksinasi, Kramat Jati. Sebelum menerima vaksinasi seperti BCG, DPT, OPV, PCV, rotavirus, IPV, dan MR, para balita lebih dahulu diperiksa berat badan serta suhu tubuh.

Pemberian vaksinasi gratis ini merupakan upaya pemerintah melindungi anak Indonesia dari penyakit menular seperti campak, difteri, polio, dan rubela. Vaksinasi terbuka bagi semua keluarga tanpa membedakan latar belakang ekonomi.

ADVERTISEMENT

Salah satu orang tua, Nanda Prisilia, mengaku antusias membawa anaknya meski sempat khawatir dengan efek pasca vaksinasi.

“Ada kekhawatiran sih, tetapi demi kesehatan anak kita juga. Kita juga memilih vaksinasi yang tepat bagi anak. Kalaupun ada ketakutan kemarin soal vaksinasi yang tidak bagus, kita enggak khawatir tetapi lebih hati-hati,” kata Nanda di lokasi, Sabtu (20/9/2025).

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Piprim Basarah Yanuarso menegaskan imunisasi rutin lengkap harus menjadi perhatian utama orang tua. Ia mencontohkan kejadian luar biasa (KLB) campak di Sumenep, Jawa Timur, yang menewaskan 17 anak dan menginfeksi hampir 2.000 anak hingga akhir Agustus 2025.

“Kenapa vaksinasi belum optimal tetapi akhirnya banyak bermunculan KLB. Terutama di wilayah yang orang tua masih galau. Kalau ada satu yang sakit campak, satu kampung bisa tertular semua seperti di Sumenep, Aceh, dan Sumatera Barat,” ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan menyoroti meningkatnya kasus campak di Indonesia yang berkaitan dengan turunnya cakupan imunisasi rutin lengkap dalam beberapa tahun terakhir. Dari 2.139 kasus suspek campak di Sumenep, sebagian besar pasien adalah balita dan anak usia sekolah dasar.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kemenkes Mulai Vaksinasi Campak untuk Nakes di 14 Provinsi

Kemenkes Mulai Vaksinasi Campak untuk Nakes di 14 Provinsi

LIFESTYLE
BPOM Izinkan Vaksin Campak untuk Orang Dewasa

BPOM Izinkan Vaksin Campak untuk Orang Dewasa

LIFESTYLE
10.000 Nakes di Tangerang Bakal Disuntik Vaksin Campak

10.000 Nakes di Tangerang Bakal Disuntik Vaksin Campak

BANTEN
Pramono Pastikan Jakarta Masih Nol Kasus Campak

Pramono Pastikan Jakarta Masih Nol Kasus Campak

JAKARTA
Cegah Komplikasi, Kemenkes Ingatkan Pentingnya Vaksin Campak pada Anak

Cegah Komplikasi, Kemenkes Ingatkan Pentingnya Vaksin Campak pada Anak

LIFESTYLE
Kemenkes: Campak Bisa Sembuh Tanpa Obat Jika Sudah Divaksin

Kemenkes: Campak Bisa Sembuh Tanpa Obat Jika Sudah Divaksin

LIFESTYLE

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon