Tak Hanya Bangun Karier, Anak Muda Dituntut Beri Dampak Sosial
Minggu, 15 Februari 2026 | 09:00 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Di tengah tren anak muda mengejar karier korporasi, Pijar Foundation justru menawarkan jalur berbeda, yakni membangun karier sekaligus menciptakan dampak sosial nyata. Melalui peluncuran Impact Leaders Fellowship 2026, organisasi ini membuka ruang bagi talenta muda yang ingin bekerja dengan nilai dan tujuan yang jelas.
Program intensif selama tiga bulan ini dirancang bukan sekadar pelatihan, melainkan laboratorium kepemimpinan bagi fresh graduate dan profesional muda yang ingin terjun ke sektor social impact, filantropi, dan kewirausahaan berkelanjutan.
Direktur Eksekutif Pijar Foundation Cazadira Fediva Tamzil menegaskan dunia kerja tidak harus membuat anak muda mengorbankan idealisme.
“Memasuki dunia kerja tidak harus berarti meninggalkan nilai yang diyakini. Moral compass tidak perlu dikompromikan, tetapi diasah dan diuji di lapangan,” ujar Cazadira dalam keterangannya, Sabtu (14/2/2026).
Berbeda dari program kepemimpinan pada umumnya, Impact Leaders Fellowship menggabungkan pembelajaran berbasis studi kasus, pendampingan mentor, hingga pengalaman industry immersion. Peserta tidak hanya duduk di kelas, tetapi diajak membedah krisis nyata di Indonesia dengan pendekatan analitis bergaya Harvard.
Seleksi dilakukan ketat melalui penyaringan CV, portofolio social impact, video, dan wawancara. Peserta terpilih kemudian memasuki fase problem framing, berdiskusi langsung dengan figur nasional, pemimpin industri, serta praktisi yang terlibat dalam penyelesaian berbagai isu strategis.
Fase berikutnya adalah industry immersion, di mana fellows belajar langsung dari para profesional melalui kunjungan perusahaan, sesi capacity building, hingga CEO meeting shadowing. Pengalaman ini memberi gambaran nyata tentang dinamika pengambilan keputusan di level strategis.
Program ditutup dengan board crisis simulation, simulasi krisis kemanusiaan multipemangku kepentingan. Dalam sesi ini, peserta dituntut bernegosiasi, berkolaborasi, dan menyusun resolusi dalam tekanan waktu.
“Kami ingin mempercepat lahirnya pemimpin muda yang tidak hanya kompeten, tetapi juga berdampak,” kata inisiator program, Khansa Khalisha
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Jet AS Rontok di Iran, Ini Daftar Peristiwa yang Memalukan Amerika




