ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Dokter Ungkap Jumlah Batas Aman Makan Gorengan Saat Berbuka Puasa

Senin, 16 Februari 2026 | 10:00 WIB
MP
RA
Penulis: Maria Gabrielle Putrinda | Editor: RP
Dokter spesialis gizi klinik menyarankan agar konsumsi gorengan saat berbuka puasa tidak berlebihan
Dokter spesialis gizi klinik menyarankan agar konsumsi gorengan saat berbuka puasa tidak berlebihan (ANTARA FOTO/Antara)

Tangerang Selatan, Beritasatu.com -  Gorengan menjadi salah satu menu takjil paling populer dan favorit banyak orang saat Ramadan sebagai makanan pertama yang dikonsumsi untuk berbuka puasa. Lantas berapa batas ambang aman mengonsumsi gorengan untuk berbuka puasa agar kesehatan tak terganggu?

Dokter spesialis gizi klinik, dr Dian Permatasari, menyarankan agar konsumsi gorengan saat berbuka puasa tidak berlebihan karena penting untuk memperhatikan asupan gizi secara keseluruhan.

“Gorengan itu 70-80% itu ada di meja saat buka puasa. Tentu saja boleh, tetapi memang sebaiknya tidak perlu terlalu banyak. Kita batasi saja sendiri maksimal hanya dua macam gorengan,” ujar Dian saat ditemui di Sirka Klinik BSD, Tangerang Selatan, Sabtu (14/2/2026).

Dokter Dian menambahkan, menu takjil biasanya tidak hanya gorengan. Banyak takjil lain yang mengandung tepung, minyak, atau lemak, sehingga perlu dibatasi konsumsinya sehari-hari. 

ADVERTISEMENT

“Belum lagi nanti ada makanan atau takjil yang lain misalnya yang juga manis dan mengandung tepung dan biasanya juga ada lemak atau minyaknya. Kita batasi di makanan takjil atau makanan buka itu maksimal hanya sekitar dua potong atau dua buah, kemudian langsung dilanjutkan dengan makan malam dengan porsi atau menu yang lengkap,” jelasnya. 

Untuk mengembalikan kadar gula darah setelah berpuasa, masyarakat diimbau untuk mengonsumsi  air hangat atau teh dengan gula secukupnya.

“Boleh dengan minum air teh, atau air hangat dengan gula satu sendok makan atau madu satu sendok makan. Enggak usah terlalu banyak karena setelah itu pasti kita ada takjil juga yang manis-manis dengana karbohidrat dan gula. Contohnya kolak, lalu ada gorengan, ada jajanan pasar juga,” kata dr Dian. 

Ia menekankan, mengonsumsi gorengan dan makanan manis saat berbuka tidak dilarang dan sebenarnya tidak menjadi masalah asalkan kandungan gizi tetap diperhatikan. Contohnya dengan memperbanyak asupan lauk-pauk dan sayur saat makan malam.

“Kalau takjilnya sudah banyak mengonsumsi karbohidrat, ataua makanan manis yang terlalu banyak saat makan malam kurangi porsi karbohidratnya. Jadi mungkin hanya tinggal konsumsi lauk sama sayurnya saja,” tutupnya.  

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT