ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

7 Jenis Makanan agar Kuat Menjalani Puasa Ramadan 2026 Seharian

Rabu, 18 Februari 2026 | 11:17 WIB
MN
TE
Penulis: Muhamad Refan Nibrasy | Editor: TCE
Ilustrasi makanan mengandung protein.
Ilustrasi makanan mengandung protein. (Freepik/Master1305)

Jakarta, Beritasatu.com - Mempersiapkan puasa Ramadan 2026 tidak hanya berkaitan dengan kesiapan mental dan spiritual, tetapi juga memperhatikan pola makan sehari-hari.

Menjelang dan selama Ramadan, tubuh akan mengalami perubahan waktu makan, pola tidur, hingga aktivitas fisik yang dapat memengaruhi stamina. Oleh karena itu, memahami jenis makanan yang tepat sejak awal menjadi langkah penting agar tubuh mampu beradaptasi dan tetap bugar selama menjalani puasa.

Pemilihan makanan yang sesuai membantu tubuh menjaga keseimbangan energi, memperpanjang rasa kenyang, serta mendukung aktivitas harian dan ibadah selama Ramadan. Dengan pola konsumsi yang tepat, tubuh dapat melalui masa puasa dengan kondisi yang lebih stabil dan nyaman.

ADVERTISEMENT

Dalam menjalani puasa Ramadan 2026, tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman selama belasan jam. Kondisi ini membuat kualitas makanan menjadi faktor utama dalam menjaga kesiapan fisik. Makanan yang tepat mampu membantu tubuh menyimpan energi dan melepaskannya secara bertahap sehingga rasa lelah dapat diminimalkan.

Selain itu, pemilihan makanan yang baik juga membantu mempertahankan konsentrasi, menjaga metabolisme, serta mengurangi risiko gangguan pencernaan selama puasa.

Oleh karena itu, memahami kelompok makanan yang dianjurkan menjadi bagian penting dari persiapan puasa yang sehat dan berkelanjutan seperti berikut ini.

Jenis Makanan Terbaik untuk Persiapan Puasa Ramadan 2026

1. Karbohidrat sebagai sumber energi utama

Karbohidrat merupakan sumber energi utama yang dibutuhkan tubuh selama berpuasa. Jenis karbohidrat kompleks sangat dianjurkan karena dicerna lebih lambat, sehingga energi dilepaskan secara bertahap dan tubuh tidak mudah lemas.

Beberapa contoh makanan sumber karbohidrat kompleks, antara lain nasi, oatmeal, roti gandum, kentang, dan biji-bijian utuh. Mengombinasikan karbohidrat dengan nutrisi lain seperti protein dan serat membantu menjaga kestabilan energi sepanjang hari selama Ramadan.

2. Protein untuk menjaga daya tahan dan massa otot

Selain karbohidrat, protein memiliki peran penting dalam menjaga daya tahan tubuh saat berpuasa. Protein membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil sekaligus mempertahankan massa otot ketika tubuh tidak mendapat asupan makanan dalam waktu lama.

Sumber protein yang baik, meliputi telur, ayam tanpa lemak, ikan, tahu, tempe, susu, yogurt, dan keju. Konsumsi protein yang cukup terutama saat sahur dapat membantu memperpanjang rasa kenyang dan mengurangi risiko kelelahan selama menjalani puasa.

3. Serat membantu menahan rasa lapar lebih lama

Makanan kaya serat sangat dianjurkan karena mampu memberikan rasa kenyang lebih lama. Serat banyak ditemukan dalam buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Selain mengontrol rasa lapar, serat juga berperan penting dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan.

Namun, konsumsi serat tetap perlu diseimbangkan dengan asupan cairan yang cukup. Serat berlebihan tanpa dukungan cairan bisa memicu rasa haus selama puasa. Karena itu, makanan berserat sebaiknya dikombinasikan dengan karbohidrat dan protein agar manfaatnya lebih optimal.

4. Lemak sehat untuk energi tahan lama

Lemak sehat juga berkontribusi dalam menjaga energi selama puasa karena proses pencernaannya lebih lambat. Nutrisi ini membantu tubuh merasa kenyang lebih lama dan mendukung penyerapan vitamin tertentu.

Sumber lemak sehat yang dianjurkan, antara lain alpukat, kacang-kacangan, biji-bijian, minyak zaitun, dan minyak kelapa. Sebaliknya, makanan tinggi lemak jenuh dan gorengan sebaiknya dibatasi karena dapat menimbulkan rasa begah, tidak nyaman di perut, serta menurunkan performa tubuh saat berpuasa.

5. Makanan dan minuman dengan kandungan air tinggi

Menjaga keseimbangan cairan menjadi hal krusial selama Ramadan. Kekurangan cairan bisa menyebabkan pusing, lemas, dan menurunnya konsentrasi. Selain minum air putih, konsumsi makanan yang mengandung banyak air juga sangat dianjurkan.

Buah dan sayuran, seperti semangka, jeruk, mentimun, tomat, serta bayam dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Air kelapa juga dapat menjadi pilihan karena membantu menjaga keseimbangan elektrolit. Meski begitu, konsumsi cairan tetap perlu dilakukan secara wajar agar tidak menimbulkan gangguan pencernaan.

6. Perhatikan menu sahur dengan cermat

Sahur adalah waktu makan paling penting dalam persiapan puasa Ramadan 2026. Menu sahur ideal sebaiknya terdiri dari kombinasi karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, serat, serta buah dan sayuran. Kombinasi ini membantu menyediakan energi yang cukup dan dilepaskan secara perlahan selama puasa berlangsung.

Sebaliknya, makanan terlalu asin, terlalu manis, tinggi kafein, serta gorengan sebaiknya dihindari. Minuman berkafein seperti kopi atau teh dapat meningkatkan risiko dehidrasi karena bersifat diuretik.

Mengurangi asupan kafein secara bertahap sebelum Ramadan juga dapat membantu mencegah sakit kepala dan perubahan suasana hati saat awal puasa.

7. Jenis makanan yang sebaiknya dihindari

Agar puasa berjalan lebih nyaman, beberapa jenis makanan perlu dibatasi. Makanan tinggi gula dapat memicu lonjakan kadar gula darah yang diikuti penurunan cepat, sehingga tubuh lebih mudah lemas. Makanan olahan serta tinggi garam juga dapat meningkatkan rasa haus selama puasa.

Selain itu, makanan berlemak tinggi dan gorengan berlebihan berisiko menyebabkan gangguan pencernaan dan rasa tidak nyaman di perut. Menghindari jenis makanan ini membantu tubuh tetap ringan dan berenergi sepanjang hari.

Selain memilih jenis makanan yang tepat, cara makan dan pengaturan waktu konsumsi juga memiliki pengaruh besar terhadap kondisi tubuh saat puasa. Mengonsumsi makanan secara perlahan membantu pencernaan bekerja lebih baik dan mencegah rasa begah.

Pola makan yang terencana, dengan menu seimbang saat sahur dan berbuka, membantu tubuh beradaptasi terhadap perubahan jam makan selama Ramadan. Dengan cara ini, puasa dapat dijalani dengan lebih stabil, nyaman, dan berkelanjutan.

Persiapan puasa Ramadan 2026 tidak dapat dipisahkan dari pemilihan makanan yang tepat. Tubuh membutuhkan asupan bergizi yang mampu menjaga energi, daya tahan, serta keseimbangan cairan selama menjalani puasa.

Memilih makanan, seperti karbohidrat kompleks, protein, serat, lemak sehat, serta makanan dengan kandungan air tinggi akan membantu tubuh tetap fit sepanjang Ramadan 2026.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

25 Pantun Sahur Bikin Ngakak untuk Status WA dan Grup Keluarga

25 Pantun Sahur Bikin Ngakak untuk Status WA dan Grup Keluarga

LIFESTYLE
Jadwal Buka Puasa Ramadan Hari Ini Sabtu 21 Februari 2026

Jadwal Buka Puasa Ramadan Hari Ini Sabtu 21 Februari 2026

NASIONAL
10 Hal yang Dikira Membatalkan Puasa, Ini Faktanya

10 Hal yang Dikira Membatalkan Puasa, Ini Faktanya

NASIONAL
Istimewanya 10 Hari Pertama Ramadan dan Keutamaannya

Istimewanya 10 Hari Pertama Ramadan dan Keutamaannya

NASIONAL
Kampoeng Ramadan Jogokariyan, Surga Takjil 3.800 Porsi

Kampoeng Ramadan Jogokariyan, Surga Takjil 3.800 Porsi

LIFESTYLE
100 Ucapan Ramadan 2026 Dijamin Bikin Haru Penerimanya

100 Ucapan Ramadan 2026 Dijamin Bikin Haru Penerimanya

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT