Psikolog Ungkap Kenapa Anak Harus Dibatasi Main Gadget
Jumat, 13 Maret 2026 | 13:07 WIB
"TikTok dan reels Instagram dirancang dengan video pendek, scroll tanpa henti, dan notifikasi. Itu memberi instant reward sehingga memicu keinginan untuk terus melihat konten berikutnya," kata Alva pada Jumat (13/3/2026).
Selain itu, remaja yang berada dalam fase mencari identitas membutuhkan pengakuan dari lingkungan dan merasa dapat memperolehnya melalui platform media sosial. "Ketika mendapat banyak likes atau komentar, muncul rasa diterima. Itu bentuk validasi yang membuat mereka ingin terus aktif," ujarnya.
Ia juga menyampaikan algoritma media sosial terus menyajikan konten yang relevan dengan minat pengguna, sehingga anak dan remaja menjadi sulit berhenti menggunakannya. "Anak merasa kontennya menarik dan dekat dengan dirinya. Itu membuat mereka betah dan sulit berhenti," kata dia.
Pemerintah telah memberlakukan peraturan untuk membatasi anak berusia di bawah 16 tahun mengakses platform digital berisiko tinggi guna melindungi mereka dari paparan konten yang berpotensi berdampak buruk.
Psikolog menekankan peran orang tua sangat penting untuk mendukung penerapan peraturan tersebut demi melindungi anak-anak di ruang digital.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




