Apa Itu Insomnia? Gangguan Tidur Penyebab Banyak Masalah
Rabu, 24 Agustus 2022 | 19:48 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Insomnia adalah gangguan tidur, di mana seseorang kesulitan untuk bisa tertidur atau tetap tertidur. Insomnia bisa bersifat jangka pendek atau akut, namun juga bisa berlangsung lama atau kronis.
Ada dua jenis insomnia, yakni:
Insomnia primer
Insomnia primer adalah gangguan tidur yang tidak terkait dengan kondisi atau masalah kesehatan lainnya.
Insomnia sekunder
Insomnia sekunder adalah gangguan tidur yang terkait dengan kondisi atau masalah kesehatan lain, seperti depresi, asma, radang sendi, kanker, atau refluks asam. Penggunaan obat-obatan juga bisa menyebabkan kondisi insomnia.
Penyebab insomnia
Melansir dari WebMD, ada banyak hal yang bisa menjadi penyebab insomnia, beberapa di antaranya adalah:
- Stres yang berkaitan dengan peristiwa besar dalam hidup, seperti kematian orang yang dicintai, kehilangan pekerjaan, perceraian, atau kegagalan-kegagalan lain dalam hidup.
- Faktor lingkungan, seperti suara bising, cahaya yang terlalu terang, atau suhu yang terlalu ekstrem.
- Perubahan jadwal tidur, seperti menjalani shift kerja baru, jet lag, atau terlalu lama bermain ponsel, sehingga melewatkan jadwal tidur.
- Genetik juga berperan sebagai salah satu faktor penyebab insomnia, jika ada anggota keluarga Anda yang mengalami insomnia, maka kemungkinan Anda mengalami insomnia juga tinggi.
Sementara itu, beberapa penyebab insomnia sekunder adalah:
- Masalah kesehatan mental, seperti depresi dan gangguan cemas.
- Mengonsumsi obat untuk pilek, alergi, depresi, tekanan darah tinggi, dan asma.
- Mengalami nyeri atau ketidaknyaman pada tubuh di malam hari.
- Mengonsumsi terlalu banyak kafein.
- Kebiasaan merokok.
- Konsumsi alkohol yang berlebihan.
- Penggunaan obat-obat terlarang atau narkoba.
- Hipertiroidisme atau masalah endokrin lainnya.
- Mengalami gangguan tidur lain, seperti sleep apnea.
- Kehamilan
- Penyakit Alzheimer dan beberapa jenis demensia lainnya.
- Fluktuasi hormon, seperti saat sedang premenstrual syndrome (PMS) dan menopause.
Gejala Insomnia
Saat seseorang mengalami insomnia, ada beberapa gejala yang bisa terjadi, yakni:
- Mengantuk di siang hari
- Kelelahan ekstrem
- Mudah marah
- Kesulitan untuk tetap fokus dan berkonsentrasi
- Memiliki masalah dengan memori atau ingatan
Komplikasi insomnnia
Istirahat adalah hal yang penting untuk dilakukan setelah seharian beraktivitas. Tubuh dan otak kita perlu tidur untuk bisa memperbaiki diri dan beristirahat. Saat mengalami insomnia, seseorang akan tetap terjaga, pada waktu di mana seharusnya ia telah tidur. Saat hal ini terjadi terus-menerus, maka akan ada banyak masalah yang muncul, seperti:
- Meningkatnya risiko tekanan darah tinggi, obesitas, dan depresi
- Kesulitan untuk fokus dan berkonsentrasi
- Mengembangkan gangguan kecemasan
- Risiko untuk terjatuh lebih tinggi, karena kurang tidur bisa menyebabkan tubuh lebih lemas dan keseimbangan tubuh akan terganggu
Insomnia adalah gangguan tidur yang tidak boleh disepelekan, karena jika Anda tidak segera mengatasinya, maka risiko penyakit serius yang berujung kematian bisa meningkat. Mencegah insomnia tentu lebih baik untuk dilakukan, sehingga Anda tak perlu berjuang keluar dari gangguan tidur ini.
Berikut ini merupakan beberapa tips mencegah insomnia yang bisa Anda lakukan:
- Tidur di waktu yang sama setiap malam, dan bangun di waktu yang sama setiap pagi. Usahakan untuk tidak tidur siang, atau kalaupun Anda terlalu lelah dan ingin istirahat di siang hari, pastikan tidak tidur siang lebih dari 30 menit. Tidur siang dalam waktu yang lama bisa menyebabkan Anda kesulitan tidur di malam hari.
- Jangan gunakan ponsel atau membaca buku elektronik di malam hari, cahaya yang berasal dari layar gawai bisa membuat Anda lebih sulit untuk tertidur
- Hindari kafein, nikotin, dan alkohol di sore hingga malam hari, terutama menjelang waktu tidur. Kafein dan nikotin adalah stimulan yang membuat Anda tetap waspada sehingga kesulitan untuk tidur.
- Olahraga secara teratur dan sebaiknya, jangan olahraga pada jam-jam yang mendekati waktu tidur. Setidaknya berolahragalah 3–4 jam sebelum tidur malam.
- Hindari mengonsumsi makanan berat menjelang waktu tidur.
- Buat kamar tidur Anda lebih nyaman. Matikan lampu, buat suasana tenang, dan jaga suhu kamar agar tidak terlalu hangat atau terlalu dingin.
- Cobalah melakukan relaksasi sebelum tidur, seperti membaca buku, mendengarkan musik yang tenang, mandi, atau meditasi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Jet AS Rontok di Iran, Ini Daftar Peristiwa yang Memalukan Amerika




