ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

TNI Gugur di Lebanon, Saatnya RI Evaluasi Kirim Pasukan Perdamaian?

Minggu, 5 April 2026 | 16:31 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: DB

Serangan Israel di Lebanon kembali menelan korban dari pasukan perdamaian dunia. Sejumlah anggota TNI yang tergabung dalam misi UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) dilaporkan menjadi korban, dengan tiga prajurit gugur dalam insiden tersebut. Peristiwa ini memicu pertanyaan besar mengenai langkah yang dapat diambil Pemerintah Indonesia dalam merespons situasi konflik Israel-Lebanon yang semakin memanas.

Dosen Hubungan Internasional Binus University, Tia Mariatul Kibtiah, menjelaskan dalam perspektif studi hubungan internasional, pengiriman pasukan peacekeepers atau penjaga perdamaian bersifat sukarela dan tidak mengikat. Artinya, setiap negara, termasuk Indonesia, memiliki kebebasan untuk mengirim atau tidak mengirim pasukan ke wilayah konflik tanpa konsekuensi hukum internasional.

Indonesia sendiri dikenal sebagai salah satu kontributor aktif pasukan perdamaian dunia. Tercatat, Indonesia telah mengirim hingga 1.000 personel TNI dalam berbagai misi internasional, termasuk di wilayah konflik seperti Mali, Afrika Tengah, hingga Vietnam. Kontribusi ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global.

Namun, kondisi di Lebanon Selatan dinilai cukup kompleks dan memprihatinkan. Konflik yang melibatkan berbagai pihak dengan kepentingan berbeda membuat situasi semakin sulit dipetakan. Hal inilah yang menjadi sorotan utama dalam evaluasi kebijakan pengiriman pasukan perdamaian.

Menurut Tia, pemerintah perlu meninjau kembali kebijakan terkait pengiriman pasukan TNI ke daerah konflik. Peninjauan ini penting agar selaras dengan arah politik luar negeri Indonesia. Jangan sampai terjadi ketidaksesuaian antara kebijakan luar negeri yang diambil pemerintah dengan penugasan pasukan di lapangan.

Ke depan, evaluasi menyeluruh terhadap misi UNIFIL dan keterlibatan Indonesia di wilayah konflik internasional menjadi krusial. Hal ini tidak hanya menyangkut keselamatan prajurit TNI, tapi juga konsistensi Indonesia dalam menjalankan politik luar negeri bebas aktif di tengah dinamika geopolitik global.

#TNI #UNIFIL #Lebanon #IsraelLebanon #PasukanPerdamaian #Peacekeepers #PolitikLuarNegeri #Indonesia #Geopolitik

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Davina Karamoy Diperiksa Polisi Kasus Penipuan Umrah Hanania Travel

Davina Karamoy Diperiksa Polisi Kasus Penipuan Umrah Hanania Travel

MULTIMEDIA
AS-Iran Pilih Berdamai, Pengamat: Gencatan Senjata Mereka Rapuh

AS-Iran Pilih Berdamai, Pengamat: Gencatan Senjata Mereka Rapuh

MULTIMEDIA
Korban Minta DPR Kawal Kasus Hanania Travel

Korban Minta DPR Kawal Kasus Hanania Travel

MULTIMEDIA
Momen Didit Prabowo Bertemu Jokowi di Solo, Apa yang Dibahas?

Momen Didit Prabowo Bertemu Jokowi di Solo, Apa yang Dibahas?

MULTIMEDIA
Efek Dolar Tembus Dapur! Harga Bawang di Yogyakarta Naik Ugal-ugalan

Efek Dolar Tembus Dapur! Harga Bawang di Yogyakarta Naik Ugal-ugalan

MULTIMEDIA
Viral Denda Rp100 Juta Manajer Kopdes Merah Putih, Ini Penjelasan BKN

Viral Denda Rp100 Juta Manajer Kopdes Merah Putih, Ini Penjelasan BKN

MULTIMEDIA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon