Berjabat Tangan dengan Moeldoko, AHY Ingin Lupakan Perseteruan Masa Lalu
Senin, 26 Februari 2024 | 13:29 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Momen Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Negara (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang berjabat tangan dengan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko sebelum sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (26/2/2024), menjadi sorotan. Keduanya sempat diisukan tak akur terkait status ketua umum Partai Demokrat dan ingin melupakan masa lalu.
Keduanya, terlihat berjabat tangan selama 10 detik, sebelum akhirnya Moeldoko berlalu untuk menyapa pejabat lain. Merespons seruan awak media, keduanya juga sempat berpose sembari berjabat tangan dengan senyum semringah.
AHY mengaku berjabat tangan dengan Moeldoko merupakan hal yang biasa. Dia mengaku tidak mengobrol dalam momen tersebut.
"Ya biasa saja seperti orang bersalaman, enggak ada masalah. Enggak ngobrol, yang penting salaman saja, menyambung silaturahmi," kata AHY mengomentari momen bersama Moeldoko, Senin.
AHY mengatakan, tidak ingin membesar-besarkan persoalan keduanya pada masa lalu. Dia menyebut perjalanan politik ini sebagai sebuah pelajaran berharga untuk fokus dalam pemerintahan saat ini.
"Saya ingin menjadi bagian utuh dari pemerintahan ini. Saya tidak ingin membesar-besarkan apa yang sudah lewat karena kalau itu berarti kita tidak maju-maju dong. Yang semua sudah kita lewati, sebuah bagian dari perjalanan politik, dari perjalanan Partai Demokrat juga. Saya anggap itu sebagai sebuah hal yang berharga untuk kita jadikan lessons learned. Setelah itu lebih baik kita fokus dan sekali lagi saya berada dalam pemerintahan saat ini ingin fokus bersama anggota kabinet yang lainnya," ungkap AHY.
Hal serupa juga disampaikan Moeldoko. Dia mengatakan, pertemuan dan jabat tangan dengan AHY merupakan hal yang biasa.
"Namanya juga rekan satu kabinet, ini biasa. Tidak ada mengganggu hubungan kerja. Tetap tidak ada alasan apa pun. Kita berbicara efektivitas pemerintah," kata Moeldoko seusai sidang paripurna.
Moeldoko juga tidak menutup kemungkinan pertemuan lanjutan dengan AHY untuk membahas hubungan kerja dengan Kementerian ATR/BPN ke depannya.
"Nanti kalau ada rapat di KSP, kita undang. Enggak ada masalah," pungkas Moeldoko.
Diketahui, AHY dan Moeldoko sempat terlibat perseturuan terkait status ketua umum Partai Demokrat. Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) melalui surat keputusan Nomor M.HH.UM.01.01-47 mengesahkan kepengurusan DPP Partai Demokrat pimpinan AHY sebagaimana hasil Kongres V Partai Demokrat pada 2020.
Kubu Moeldoko sempat mengajukan gugatan di tingkat Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) hingga Mahkamah Agung (MA), yang menolak permohonan kubu Moeldoko.
Partai Demokrat secara resmi masuk koalisi pemerintahan Presiden Joko Widodo setelah AHY menjabat menteri ATR/BPN menggantikan posisi Hadi Tjahjanto yang diangkat menjadi menteri koordinator bidang politik, hukum, dan keamanan (menko polhukam). Keduanya dilantik bersama-sama oleh Presiden Jokowi di Istana Negara, Rabu (21/2/2024)
Namun, dalam pelantikan tersebut, Moeldoko tidak terlihat hadir. Di hari yang sama, Moeldoko kemudian mengunggah kegiatannya dalam akun Instagramnya @dr_moeldoko. Moeldoko menjelaskan saat itu, tengah berada di Kolombo, Sri Lanka, untuk menjadi pembicara konferensi FAO Asia Pasifik yang dihadiri oleh 34 delegasi negara.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




