AHY Pastikan Pemerintah Tekan Dampak Lonjakan Ongkos Tiket Pesawat
Senin, 13 April 2026 | 08:28 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan pemerintah tengah mengatur strategi guna menekan dampak kenaikan tarif penerbangan agar tidak membebani masyarakat.
Hal tersebut disampaikan AHY saat menghadiri kegiatan bakti sosial di Gereja Katolik Santo Andreas, Kedoya, Jakarta Barat, Minggu (12/4/2026).
“Tentunya kita terus mengelola agar tidak ada dampak yang terlalu buruk bagi masyarakat,” kata AHY.
Kenaikan harga tiket pesawat dipicu oleh lonjakan harga bahan bakar avtur akibat konflik geopolitik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Situasi tersebut juga berdampak pada penutupan Selat Hormuz oleh Iran, yang mengganggu distribusi energi global.
Menurut AHY, meski konflik terjadi di kawasan Timur Tengah, dampaknya dirasakan secara luas, termasuk oleh Indonesia. Oleh karenanya, masyarakat perlu mewaspadai potensi krisis energi pada masa mendatang.
“Kita waspada terkait dengan (krisis) energi. Walaupun itu terjadi di belahan dunia lain, tetapi apa yang terjadi di Timur Tengah, perang Iran dan situasi di Selat Hormuz tentunya perlu kita antisipasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah saat ini terus berupaya agar masyarakat tidak terlalu terdampak, terutama pada sektor transportasi. Tidak hanya terkait kenaikan harga tiket pesawat, AHY menyebut kebijakan serupa akan diterapkan pada seluruh moda angkutan umum.
“Kami pemerintah berusaha sekuat tenaga agar masyarakat juga tidak terlalu terdampak, termasuk di biaya transportasi di lautan maupun di darat,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyetujui penyesuaian harga tiket pesawat seiring meningkatnya harga avtur global.
Airlangga mengungkapkan, harga avtur di sejumlah negara mengalami kenaikan signifikan, seperti di Thailand yang mencapai Rp 29.518 per liter dan Filipina sebesar Rp 25.326 per liter. Sementara di Indonesia, per 1 April 2026, harga avtur di Bandara Soekarno-Hatta tercatat sebesar Rp 23.551 per liter.
Ia menekankan bahwa komponen bahan bakar memiliki peran krusial dalam operasional maskapai, dengan kontribusi mencapai sekitar 40% dari total biaya perjalanan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




