ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Jemaah Masjid Aolia Gunungkidul Lebaran 5 April, Ini Respons MUI

Senin, 8 April 2024 | 05:29 WIB
H
H
Penulis: Herman | Editor: HE
Meski belum ditetapkan pemerintah, ribuan jemaah Masjid Aolia di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar perayaan hari raya Idulfitri 2024 lebih awal, Jumat, 5 April 2024.
Meski belum ditetapkan pemerintah, ribuan jemaah Masjid Aolia di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar perayaan hari raya Idulfitri 2024 lebih awal, Jumat, 5 April 2024. (Beritasatu.com/Olena Wibisana)

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang fatwa, Asrorun Ni'am Sholeh menanggapi penetapan 1 Syawal 1445 Hijriah pada Jumat, 5 April 2024 oleh jemaah masjid Aolia Gunungkidul, Yogyakarta. Ia menegaskan, hal tersebut merupakan sebuah kesalahan, sehingga sangat perlu untuk diingatkan.

Menurutnya, kepercayaan yang diyakini jemaah Aolia perlu dikaji lebih lanjut. Apabila hal tersebut dilakukan akibat ketidaktahuan masyarakat, maka perlu segera diingatkan. Namun, jika hal tersebut dilakukan secara sadar dan penuh keyakinan, hal itu termasuk dalam pemahaman atau praktik keagamaan yang menyimpang, sehingga orang yang mengikutinya haram.

"Kasus ini (jemaah masjid Aolia Gunungkidul) jelas kesalahan dan perlu diingatkan," ujar Asrorun Ni'am dikutip dari situs web MUI, Senin (8/4/2024).

ADVERTISEMENT

Ni'am menyampaikan, penentuan terkait awal dan juga akhir Ramadan sudah ada ilmunya dan dan telah ditentukan oleh syariat, sehingga tidak dibenarkan penentuannya berdasarkan dengan kejahilan.

Ia menegaskan, bagi yang tidak memiliki keahlian atau ilmu, maka wajib mengikuti orang yang punya keahlian dan ilmu. Ibadah tidak boleh dijalankan dengan mengikuti orang yang tidak memiliki ilmu di bidangnya.

Diberitakan sebelumnya, jemaah Masjid Aolia di Gunungkidul telah melaksanakan Idulfitri pada Jumat, 5 April 2024. Imam jemaah Aolia, Raden Ibnu Hajar Pranolo atau Mbah Benu mengeklaim jumlah pengikutnya tersebar di sejumlah provinsi di Indonesia, mulai dari Sulawesi, Kalimantan, Papua, hingga di luar negeri.

Mbah Benu menyampaikan, penentuan 1 Syawal atau Idulfitri berdasarkan keyakinannya karena malam 30 Ramadan bertepatan pada Kamis, 4 April 2024. Mbah Benu juga mengaku telah "menelepon Allah" sebelum akhirnya menetapkan tanggal Hari Raya Idulfitri. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT