ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Harga Minyak Berpotensi Naik Imbas Konflik Iran-Israel, KSP: Pemerintah akan Jaga Stabilitas Harga BBM

Selasa, 16 April 2024 | 16:53 WIB
V
DM
Penulis: Vinnilya | Editor: DM
Sistem pertahanan udara Iron Dome Israel diluncurkan untuk mencegat rudal yang ditembakkan dari Iran, di Israel tengah, Minggu, 14 April 2024.
Sistem pertahanan udara Iron Dome Israel diluncurkan untuk mencegat rudal yang ditembakkan dari Iran, di Israel tengah, Minggu, 14 April 2024. (AP Photo/Tomer Neuberg)

Jakarta, Beritasatu.com - Harga minyak dunia berpotensi naik imbas ketegangan antara Iran dan Israel. Menanggapi hal itu, Deputi III Kantor Staf Presiden (KSP) Bidang Perekonomian, Edy Priyono mengatakan pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri.

“Saya kira kalau melihat implikasi dari kenaikan harga BBM, kita semua tahu kalau harga BBM itu naik maka semua harga daripada barang dan jasa akan naik. Maka kita cenderung untuk sebisa mungkin mempertahankan harga BBM yang bersubsidi seperti pertalite dan biosolar,” tutur Edy Priyono dalam program Investor Daily Talk Edisi Selasa (16/4/2024).

Menurut Edy, pemerintah akan berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan harga BBM. Dengan catatan, anggaran pendapatan dan belanja pemerintah (APBN) masih mencukupi untuk menutupi kenaikan harga minyak dunia tersebut.

ADVERTISEMENT

“Prioritas pemerintah jelas yaitu sebisa mungkin mempertahankan harga jika terjadi kenaikan, mudah-mudahan kenaikannya tidak terlalu besar sehingga biaya untuk menutup atau mempertahankan harga BBM kita masih bisa tanggung tidak terlalu besar,” jelasnya.

Untuk diketahui, harga BBM terbagi menjadi dua di antaranya BBM yang disubsidi atau dikompensasi pemerintah dan BBM yang mengikuti harga pasar. BBM yang mengikuti harga pasar tentu akan menyesuaikan dengan harga minyak dunia apabila terjadi kenaikan, sedangkan BBM yang disubsidi akan tergantung pada kebijakan pemerintah. Jika ingin tetap mempertahankan harga BBM di tengah kenaikan harga minyak dunia, pemerintah perlu menambah subsidi BBM.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo menggelar rapat internal di Istana Kepresidenan dengan sejumlah menteri untuk membahas dampak eskalasi konflik di Timur Tengah. Sejumlah menteri yang hadir dalam rapat terbatas yang digelar selama lebih dari satu jam itu di antaranya Menlu Retno Marsudi, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri ESDM Arifin Tasrif, dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

Iran pada Sabtu (13/4/2024) malam meluncurkan ratusan drone dan rudal ke Israel. Serangan itu disebut Iran sebagai pembalasan atas serangan mematikan Israel pada 1 April 2024 terhadap konsulat Iran di Damaskus, Suriah.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB

Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB

INTERNASIONAL
Iran Tuntut Kuwait Bebaskan 4 Warganya yang Ditahan

Iran Tuntut Kuwait Bebaskan 4 Warganya yang Ditahan

INTERNASIONAL
Iran Semakin Gencar Ancam UEA, Ternyata Ini Penyebabnya

Iran Semakin Gencar Ancam UEA, Ternyata Ini Penyebabnya

INTERNASIONAL
Menlu Iran-Norwegia Bahas Negosiasi dan Selat Hormuz

Menlu Iran-Norwegia Bahas Negosiasi dan Selat Hormuz

INTERNASIONAL
AS Habiskan Rp 500 Triliun untuk Operasi Militer Lawan Iran

AS Habiskan Rp 500 Triliun untuk Operasi Militer Lawan Iran

INTERNASIONAL
Iran Buka Opsi Nuklir Level Senjata jika Wilayahnya Kembali Diserang

Iran Buka Opsi Nuklir Level Senjata jika Wilayahnya Kembali Diserang

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon