ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Iran Tuntut Kuwait Bebaskan 4 Warganya yang Ditahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 10:43 WIB
DM
DM
Penulis: Djibril Muhammad | Editor: DM
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menuduh Kuwait berupaya memecah belah hubungan kedua negara setelah menahan empat warga Iran yang dituduh sebagai anggota Garda Revolusi Iran.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menuduh Kuwait berupaya memecah belah hubungan kedua negara setelah menahan empat warga Iran yang dituduh sebagai anggota Garda Revolusi Iran. (AP Photo/Vahid Salemi)

Teheran, Beritasatu.com - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menuduh Kuwait berupaya memecah belah hubungan kedua negara setelah menahan empat warga Iran yang dituduh sebagai anggota Garda Revolusi Iran.

Melalui unggahan di media sosial X pada Rabu (13/5/2026), Araghchi menuntut Kuwait segera membebaskan keempat warga Iran tersebut. Ia juga menegaskan Teheran berhak memberikan respons atas tindakan yang dinilai ilegal itu.

“Tindakan ilegal ini terjadi di dekat pulau yang digunakan Amerika Serikat untuk menyerang Iran,” tulis Araghchi, seperti dikutip Associated Press.

ADVERTISEMENT

Sehari sebelumnya, pemerintah Kuwait mengumumkan empat pria ditangkap dan dua lainnya melarikan diri saat mencoba menyusup ke Pulau Bubiyan pada 1 Mei 2026.

Pulau Bubiyan yang berada di sudut barat laut Teluk Persia menjadi lokasi pembangunan Pelabuhan Mubarak Al Kabeer, proyek infrastruktur strategis yang merupakan bagian dari kerja sama pembangunan global China. Wilayah tersebut juga sempat menjadi sasaran serangan Iran saat perang berlangsung.

Pada sisi lain, Iran juga mengumumkan pembebasan pengacara hak asasi manusia ternama Nasrin Sotoudeh setelah lebih dari sebulan ditahan.

Sotoudeh dikenal luas karena membela aktivis, politisi oposisi, serta perempuan yang dituntut akibat melepas jilbab mereka di ruang publik. Ia ditangkap agen intelijen Iran di rumahnya di Teheran pada April 2026.

Pembebasan Sotoudeh terjadi bersamaan dengan kunjungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke China, yang diperkirakan turut membahas konflik Iran dalam agenda diplomatiknya.

Kelompok pemantau HAM berbasis di Amerika Serikat, Human Rights Activists News Agency, menyebut Sotoudeh dibebaskan dengan jaminan dari Penjara Evin di Teheran.

Putrinya, Mehraveh Khandan, juga mengonfirmasi pembebasan sementara tersebut melalui media sosial. Kantor berita semiresmi Iran, ISNA, turut memberitakan kabar pembebasan Sotoudeh.

Sotoudeh diketahui telah beberapa kali dipenjara oleh pemerintah Iran karena aktivitas advokasinya bidang hak asasi manusia. Sementara itu, suaminya, Reza Khandan, juga pernah ditahan di penjara yang sama.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Iran Semakin Gencar Ancam UEA, Ternyata Ini Penyebabnya

Iran Semakin Gencar Ancam UEA, Ternyata Ini Penyebabnya

INTERNASIONAL
Menlu Iran-Norwegia Bahas Negosiasi dan Selat Hormuz

Menlu Iran-Norwegia Bahas Negosiasi dan Selat Hormuz

INTERNASIONAL
AS Habiskan Rp 500 Triliun untuk Operasi Militer Lawan Iran

AS Habiskan Rp 500 Triliun untuk Operasi Militer Lawan Iran

INTERNASIONAL
Iran Buka Opsi Nuklir Level Senjata jika Wilayahnya Kembali Diserang

Iran Buka Opsi Nuklir Level Senjata jika Wilayahnya Kembali Diserang

INTERNASIONAL
Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp 17.528 Tertekan 2 Sentimen

Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp 17.528 Tertekan 2 Sentimen

EKONOMI
Trump Merapat ke Xi Jinping di Tengah Konflik Panas dengan Iran

Trump Merapat ke Xi Jinping di Tengah Konflik Panas dengan Iran

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon