Menlu Iran-Norwegia Bahas Negosiasi dan Selat Hormuz
Rabu, 13 Mei 2026 | 07:07 WIB
Teheran, Beritasatu.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi bertemu dengan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Norwegia Andreas Mutzfelt Kravik di Teheran untuk membahas perkembangan negosiasi terbaru serta situasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.
Pertemuan tersebut berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan kawasan akibat perang AS-Israel terhadap Iran dan dinamika keamanan di Selat Hormuz yang menjadi jalur strategis perdagangan energi dunia.
Dalam pertemuan itu, Abbas Araghchi menegaskan hambatan utama menuju perdamaian berasal dari sikap Amerika Serikat yang dinilai terlalu agresif dan provokatif.
Araghchi menyebut pendekatan Washington memperumit upaya diplomasi dan memperbesar ketidakstabilan kawasan.
“Hambatan terbesar untuk perdamaian adalah pendekatan yang berlebihan dan retorika yang mengancam dan provokatif dari pihak Amerika, serta kurangnya niat baik dan ketidakjujuran AS,” ujar Araghchi, dikutip dari pernyataan resminya, Rabu (13/5/2026).
Menlu Iran juga menyoroti situasi di Selat Hormuz yang dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian internasional. Menurutnya, ketegangan di jalur pelayaran tersebut dipicu oleh agresi militer AS dan Israel terhadap Iran.
Ia menambahkan, pelanggaran gencatan senjata dan blokade terhadap pelabuhan laut Iran turut memperburuk kondisi keamanan maritim di kawasan Teluk.
“Masalah utama di Selat Hormuz adalah agresi militer AS dan rezim Zionis terhadap Iran dan pelanggaran berulang terhadap gencatan senjata dengan berlanjutnya blokade pelabuhan laut Iran,” lanjutnya.
Araghchi mengungkapkan Iran saat ini tengah menyusun regulasi baru terkait pengelolaan Selat Hormuz. Regulasi tersebut, kata dia, akan disesuaikan dengan hukum internasional dan mempertimbangkan keamanan jalur pelayaran strategis tersebut.
Pada sisi lain, Wakil Menteri Luar Negeri Norwegia Andreas Mutzfelt Kravik menekankan pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas jangka panjang di kawasan Timur Tengah.
Kravik menyatakan Norwegia siap berkontribusi dalam berbagai upaya diplomasi, termasuk konsultasi mengenai keselamatan maritim dan perlindungan lingkungan di kawasan Teluk.
Ia juga menegaskan komitmen Norwegia untuk membantu memperkuat demokrasi dan mendukung dialog internasional guna meredakan konflik yang terus berkembang di kawasan tersebut.
Pertemuan Iran dan Norwegia ini berlangsung di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap keamanan Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sebagian besar distribusi minyak global. Ketegangan di kawasan itu dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas energi dan ekonomi dunia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
B-FILES
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online




