Hari Anak Nasional, KPK Beri Pembekalan Nilai-nilai Antikorupsi ke Peserta Didik
Selasa, 23 Juli 2024 | 21:46 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ikut meramaikan momentum Hari Anak Nasional yang jatuh pada Selasa (23/7/2024). KPK memanfaatkan momentum kali ini dengan membekali para peserta didik dengan nilai-nilai antikorupsi.
Demikian disampaikan Direktur Sosialisasi dan Kampanye KPK Amir Arief saat agenda peringatan Hari Anak Nasional yang diselenggarakan di Gedung ACLC KPK, Jakarta, Selasa (23/7/2024). Ia mengungkapkan, agenda ini merupakan bagian program pendidikan anak antikorupsi yang digagas Kedeputian Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat.
“Kita jadikan peringatan Hari Anak sebagai momentum untuk membekali peserta didik yang hadir tentang nilai-nilai antikorupsi, terutama kejujuran. Agenda tahun ini ada dua, dilaksanakan secara paralel dan dihadiri 200 peserta baik tingkat TK maupun SMP. Kita sesuaikan kapasitas kegiatan edukasinya sesuai dengan tingkatan pendidikan mereka,” kata Amir.
Amir menerangkan, KPK melakukan serangkaian kegiatan edukasi yang mendidik serta menyenangkan ke anak-anak TK. Kegiatan yang dilakukan ke 80 peserta didik itu antara lain senam sehat, pembacaan dongeng tentang nilai kejujuran berjudul Sikumbi, serta penayangan lagu-lagu anak bertemakan integritas.
“Untuk anak-anak TK kegiatan sifatnya edutainment yang pastinya menghibur, tapi kita selipkan pesan agar anak menjadi jujur. Pesan ini disampaikan agar nantinya anak-anak tumbuh menjadi hebat dan pemberani namun tetap menjunjung nilai kejujuran,” ujar Amir.
Sementara pendekatan untuk para peserta didik SMP bersifat interaktif. Melalui kegiatan ini, ditayangkan sejumlah film bertema antikorupsi dan nantinya akan didiskusikan bersama terkait nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Amir menekankan pentingnya menguatkan karakter integritas bagi anak-anak. Dia juga menekankan perlunya konsistensi dan komitmen dari pimpinan tiap instansi pendidikan terkait hal tersebut.
“Membangun integritas bisa dimulai dari satuan pendidikan. Kita ketahui bahwa Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan faktornya ada tiga yang mendukung, yaitu integritas peserta didiknya harus kuat, integritas sekolah kuat, dan integritas ekosistem pendidikan juga harus kuat,” ujar Amir.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




