ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pengamat: Magnet Kekuasaan Prabowo-Gibran Terlalu Sulit Ditolak PKB dan PKS

Jumat, 26 Juli 2024 | 13:11 WIB
TR
R
Penulis: Thomas Rizal | Editor: RZL
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menyampaikan pidato politiknya dalam pembukaan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PKB di JCC Senayan, Jakarta, Selasa 23 Juli 2024.
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menyampaikan pidato politiknya dalam pembukaan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PKB di JCC Senayan, Jakarta, Selasa 23 Juli 2024. (Berita Satu Photo/Joanito De Saojoao)

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menilai Partai Kebangkitan Bangsa berpeluang besar untuk masuk koalisi pemerintahan mendatang Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Sebelumnya, pada acara Harlah ke-26 PKB di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Selasa (23/7/2024), Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengajak PKB untuk bergabung pemerintahan Prabowo-Gibran.

"Setelah penetapan Prabowo sebagai pemenang Pilpres 2024, beliau langsung menemui PKB dan mengungkapkan keinginan untuk bekerja sama. Ini adalah indikasi awal bahwa PKB akan mendukung pemerintahan mendatang," ujar Ujang kepada Beritasatu.com, Kamis (25/7/2024).

ADVERTISEMENT

Ujang Komarudin menilai, tidak hanya PKB, partai lainnya yang sebelumnya tak mendukung Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024, seperti PKS dan PPP sudah mulai memberikan sinyal keinginan untuk bergabung dengan pemerintahan.

"PKS melihat bahwa dengan bergabung, mereka tidak akan menjadi oposisi sendirian atau berpasangan dengan PDIP saja. Magnet kekuasaan memang sangat kuat karena kekuasaan membawa banyak keuntungan, baik dari segi sumber daya politik, ekonomi, maupun hukum. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika partai-partai yang kalah dalam pilpres memilih untuk bergabung dengan pemerintah," kata Ujang.

Ujang menambahkan dengan koalisi yang ada saat ini belum mencapai mayoritas di parlemen, ada kebutuhan tambahan dari partai yang kalah untuk memperkuat posisi pemerintah.

Secara spesifik mengenai PKB, Ujang menilai kini Gerindra yang secara aktif mengajak PKB untuk bergabung dengan pemerintahan.

"Gerindra yang saat ini proaktif meminta atau merayu PKB untuk bergabung, menunjukkan dinamika politik yang terus berkembang," tandasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Duduk Perkara Anggota DPRD Serang Diduga Lecehkan Relawan MBG

Duduk Perkara Anggota DPRD Serang Diduga Lecehkan Relawan MBG

BANTEN
Benarkah Opsen Membuat Pajak Kendaraan Jadi Lebih Mahal?

Benarkah Opsen Membuat Pajak Kendaraan Jadi Lebih Mahal?

NASIONAL
PKB Kutuk Serangan AS-Israel ke Iran

PKB Kutuk Serangan AS-Israel ke Iran

INTERNASIONAL
PKB Mengaku Belum Bahas Cawapres Pendamping Prabowo

PKB Mengaku Belum Bahas Cawapres Pendamping Prabowo

NASIONAL
Cak Imin Ungkap Alasan PKB Dukung Prabowo 2 Periode

Cak Imin Ungkap Alasan PKB Dukung Prabowo 2 Periode

NASIONAL
Bertemu Prabowo, PKB Dukung Peran Indonesia di Board of Peace

Bertemu Prabowo, PKB Dukung Peran Indonesia di Board of Peace

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT