Pemerintah Usul WFA Jelang Nyepi dan Idulfitri, Apa Itu? Ini Untung Ruginya
Jumat, 24 Januari 2025 | 12:30 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Sistem kerja work from anywhere (WFA) kembali menjadi perbincangan usai Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengusulkan agar pemerintah dan swasta menerapkannya menjelang Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 2025.
Usulan tersebut berdasarkan pertimbangan untuk mengantisipasi kepadatan karena adanya dua hari raya besar yang akan terjadi di penghujung bulan Maret 2025, yakni Hari Raya Nyepi pada 29 Maret 2025 dan Hari Raya Idulfitri yang diperkirakan jatuh pada 31-1 April 2025.
Sebenarnya, metode kerja ini sudah cukup populer, terutama di kalangan startup, sejak pandemi Covid-19. Hingga kini, banyak perusahaan yang terus menggunakan sistem WFA karena fleksibilitasnya.
Lantas, sebenarnya apa itu WFA, keuntungan dan kekurangannya? Dihimpun dari berbagai sumber, berikut penjelasannya!
Apa Itu WFA?
WFA adalah sistem kerja yang memberikan kebebasan kepada karyawan untuk bekerja di lokasi pilihan mereka. Berbeda dengan work from home (WFH) yang membatasi lokasi kerja di rumah, WFA menawarkan fleksibilitas lebih luas.
Dengan WFA, karyawan dapat mencapai keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi (work-life balance). Sistem ini juga dianggap efektif untuk meningkatkan produktivitas, terutama bagi pekerja yang tinggal jauh dari kantor.
Namun, WFA tidak cocok diterapkan di semua industri. Perusahaan kreatif dan teknologi, misalnya, lebih mudah mengadopsi sistem ini karena kebutuhan interaksi langsungnya relatif rendah. Profesi seperti desainer grafis, penulis konten, dan human resource (HR) menjadi contoh pekerjaan yang cocok dengan WFA.
Kelebihan Sistem Kerja WFA
1. Hemat waktu dan biaya
Dengan WFA, karyawan tidak perlu menghabiskan waktu dan biaya untuk perjalanan ke kantor. Waktu yang dihemat bisa dimanfaatkan untuk kegiatan produktif lainnya, seperti olahraga atau membantu pekerjaan rumah.
2. Lebih fleksibel
Karyawan tidak terikat pada aturan berpakaian atau etika kantor. Mereka bebas bekerja sambil menikmati aktivitas santai, seperti mendengarkan musik atau minum kopi. Selain itu, tidak perlu khawatir mencari transportasi jika harus lembur.
3. Mengurangi kebosanan
Suasana kerja yang monoton bisa dihindari dengan bekerja di lokasi berbeda, seperti kafe atau co-working space. Hal ini membantu meningkatkan semangat dan kreativitas dalam bekerja.
Kekurangan Sistem Kerja WFA
1. Komunikasi kurang optimal
Salah satu kendala utama WFA adalah komunikasi. Meskipun teknologi mempermudah kolaborasi jarak jauh, komunikasi langsung tetap lebih efektif. Risiko miskomunikasi juga lebih besar, yang dapat memengaruhi hasil kerja.
2. Banyak distraksi
Lingkungan luar kantor sering kali dipenuhi gangguan, seperti suara bising atau tanggung jawab rumah tangga. Ketiadaan pengawasan langsung juga membuat karyawan lebih sulit menjaga fokus.
3. Tantangan disiplin
Dengan fleksibilitas tinggi, WFA menuntut karyawan untuk lebih mandiri dalam mengatur waktu. Bagi mereka yang kurang disiplin, pekerjaan bisa tertunda atau bahkan tidak selesai sesuai tenggat waktu.
Sistem kerja WFA memang menawarkan kebebasan yang diimpikan banyak orang, tetapi juga menghadirkan tantangan tersendiri. Dalam konteks usulan pemerintah untuk menerapkan WFA menjelang Nyepi dan Idulfitri, sistem ini bisa menjadi solusi untuk mengurangi mobilitas fisik, sekaligus memberi ruang lebih bagi karyawan untuk merayakan hari besar keagamaan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




