Apa Itu Miqat dalam Ibadah Haji? Kenali Macam dan Tempatnya
Selasa, 13 Mei 2025 | 14:21 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menjelang datangnya musim haji dan Iduladha, umat Islam dari berbagai penjuru dunia mulai bersiap menunaikan ibadah haji. Salah satu hal penting yang harus diketahui oleh calon jemaah adalah tentang miqat atau mikat, yaitu batas waktu dan tempat yang telah ditentukan untuk memulai pelaksanaan manasik haji.
Pemahaman mengenai miqat menjadi krusial karena ibadah haji tidak sah jika rukun ini dilanggar. Miqat memiliki kedudukan penting dalam pelaksanaan haji maupun umrah, dan bagi jemaah yang datang dari luar Makkah, mereka wajib mematuhi ketentuan ini sebelum memasuki wilayah Tanah Haram.
Pengertian Miqat dalam Ibadah Haji
Dalam istilah fikih, miqat adalah batas yang telah ditentukan untuk memulai ihram. Ihram sendiri adalah niat memasuki ibadah haji atau umrah yang ditandai dengan pakaian dan syarat tertentu. Secara garis besar, miqat dibagi menjadi dua jenis, yaitu miqat zamani (batas waktu) dan miqat makani (batas tempat).
Jika jemaah melewati miqat makani tanpa berihram, maka ia wajib membayar dam (denda), kecuali jika kembali ke miqat untuk mengambil ihram terlebih dahulu.
Miqat Zamani: Waktu Memulai Ihram
Miqat zamani merujuk pada batas waktu tertentu untuk memulai ibadah haji. Menurut para ulama, miqat zamani haji dimulai dari tanggal 1 Syawal hingga fajar tanggal 10 Zulhijah, yaitu sebelum pelaksanaan wukuf di Arafah.
Untuk ibadah umrah, miqat zamani berlaku sepanjang tahun karena tidak terikat waktu tertentu. Jadi, jemaah umrah dapat mengambil ihram kapan saja asalkan dari tempat yang ditentukan.
Miqat Makani: Lokasi Memulai Ihram
Miqat makani adalah lokasi-lokasi yang telah ditetapkan Nabi Muhammad SAW sebagai tempat memulai niat ihram. Letaknya berbeda-beda tergantung dari arah atau asal kedatangan jemaah. Berikut ini adalah lima miqat makani utama yang ditetapkan dalam hadis sahih.
- Dzul Hulaifah (Bir Ali)
Lokasi ini digunakan oleh jemaah dari arah Madinah dan sekitarnya. Terletak sekitar 11 km dari Madinah dan 450 km dari Makkah.
- Juhfah
Miqat bagi jemaah dari arah Syam (Suriah, Yordania, Palestina, Lebanon). Sekarang biasanya digantikan dengan Rabigh, yang lebih dekat dan mudah dijangkau.
- Yalamlam
Untuk jemaah dari arah Yaman, termasuk Asia Tenggara seperti Indonesia yang mendarat di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah.
- Qarnul Manazil (as-Sail al-Kabir)
Miqat bagi jemaah dari arah Najd, termasuk sebagian jemaah dari Riyadh atau negara Teluk lainnya.
- Dzat ’Irq
Digunakan oleh jemaah dari arah Irak dan sekitarnya. Saat ini kurang populer karena keterbatasan akses.
Selain lima tempat di atas, jemaah yang berada dalam wilayah Tanah Haram (Makkah dan sekitarnya) dapat memulai ihram dari tempat tinggal masing-masing. Misalnya, penduduk Makkah yang ingin haji, mengambil ihram dari rumah, tetapi jika umrah, mereka keluar dahulu ke Tan’im (Masjid Aisyah) untuk berihram.
Miqat untuk Jemaah Indonesia
Sebagian besar jemaah Indonesia yang melaksanakan haji reguler biasanya tiba di Madinah terlebih dahulu, lalu mengambil miqat dari Bir Ali. Sementara yang langsung mendarat di Jeddah atau Makkah akan mengambil miqat dari Yalamlam, sesuai rute perjalanan udara.
Karena perjalanan haji kini banyak menggunakan pesawat, Pemerintah Arab Saudi dan maskapai telah menginformasikan waktu tepat mengambil niat ihram, biasanya saat berada di atas wilayah yang sejajar dengan miqat makani yang dilalui. Petugas haji akan mengingatkan jemaah untuk mengenakan pakaian ihram sebelum pesawat melewati area miqat.
Ketentuan miqat menunjukkan ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, tapi juga ketaatan spiritual yang dimulai dari niat suci. Oleh karena itu, calon jemaah haji dan umrah wajib memahami dan mempersiapkan diri sebelum mencapai miqat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




