Kilang Minyak Anak Riza Chalid Disita dalam Kasus Pertamina
Rabu, 11 Juni 2025 | 20:12 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) menyita kilang minyak milik Muhammad Kerry Andrianto Riza (MKAR), anak dari pengusaha minyak ternama Riza Chalid dalam pengembangan kasus korupsi minyak mentah dan produk kilang Pertamina periode 2018–2023.
Aset yang disita berupa kilang minyak PT Orbit Terminal Merak (OTM) yang berlokasi di kawasan Banten dengan total luas lahan mencapai 222.615 meter persegi.
“Penyitaan dilakukan karena kilang ini diduga terkait hasil tindak pidana korupsi tata kelola minyak mentah oleh Pertamina,” ujar Kepala Pusat Penerangan (Kapuspenkum) Kejagung, Harli Siregar dalam konferensi persnya, Rabu (11/6/2025).
Detail Aset Kilang yang Disita
Kilang OTM memiliki infrastruktur besar, yaitu:
- 5 tangki kapasitas 24.400 KL.
- 3 tangki kapasitas 20.200 KL.
- 4 tangki kapasitas 12.600 KL.
- 7 tangki kapasitas 7.400 KL.
- 2 tangki kapasitas 7.000 KL.
- 2 dermaga (jetty) yang melayani kapal tanker dan kapal LNG.
- 1 SPBU Nomor 34.42414.
Meski disita, kilang tetap beroperasi karena berperan vital dalam distribusi BBM untuk wilayah Jawa, Sumatera, dan Kalimantan Barat.
Meski demikian, pengelolaannya sementara diserahkan kepada PT Pertamina Patra Niaga selama proses hukum berlangsung.
Kerugian Negara Capai Rp 193,7 Triliun
Dalam kasus besar ini, Kejagung telah menetapkan sembilan tersangka, termasuk eks Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan, enam pegawai Pertamina lainnya, dan tiga pihak swasta.
Menurut Kejagung, total kerugian negara mencapai Rp 193,7 triliun, dengan rincian sebagai berikut:
- Rp 35 triliun dari ekspor minyak mentah ilegal.
- Rp 2,7 triliun dari impor minyak mentah lewat broker.
- Rp 9 triliun dari impor BBM lewat broker.
- Rp 126 triliun kerugian dari kompensasi tahun 2023.
- Rp 21 triliun kerugian dari subsidi BBM.
Harli menegaskan, aset-aset tersebut diyakini merupakan hasil tindak pidana dan akan dirampas untuk negara melalui proses hukum.
Penyitaan kilang minyak milik anak Riza Chalid menjadi sorotan publik dalam skandal korupsi tata kelola minyak terbesar dalam sejarah Pertamina. Dengan kerugian negara mencapai ratusan triliun rupiah, Kejagung terus menggencarkan penegakan hukum dan pemulihan aset demi keadilan dan transparansi tata niaga energi nasional.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




