AHY Terharu Dengar Cita-Cita Siswa Sekolah Rakyat Lombok
Selasa, 29 Juli 2025 | 17:15 WIB
Mataram, Beritasatu.com- Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengaku terharu mendengar cita-cita siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama Sentra Paramita di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Dalam kunjungan kerja ke Lombok Barat, Senin (28/7/2025), AHY menyampaikan apresiasinya terhadap semangat para siswa dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang menempuh pendidikan di sekolah tersebut.
“Saya sangat terharu mendengar cerita dan harapan para siswa. Ada yang bercita-cita jadi guru, ada yang ingin jadi dokter. Saya optimistis program Presiden Prabowo ini akan sukses, karena nyata membantu masyarakat kurang mampu,” ujar AHY dalam keterangan tertulis yang diterima di Mataram, seperti dilansir, Antara, Selasa (29/7/2025).
Sekolah Rakyat Paramita saat ini menampung 100 siswa dari 10 kecamatan di Lombok Barat. Sekolah ini menerapkan sistem asrama, dengan dua bangunan yang masing-masing menampung empat siswa per kamar. Fasilitas yang tersedia antara lain ruang kelas, laboratorium bahasa, lapangan olahraga, serta makanan bergizi untuk mendukung kesehatan dan konsentrasi belajar siswa.
“Saya lihat fasilitasnya cukup nyaman. Ada ruang kelas, asrama yang layak, makanan bergizi, dan lingkungan yang mendukung pembentukan karakter,” lanjut AHY.
Menurutnya, pembangunan sekolah ini mencerminkan visi besar Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan.
“Sektor pendidikan adalah bagian penting dari infrastruktur sosial untuk mengatasi kemiskinan,” tegasnya.
Sekolah Rakyat Paramita merupakan hasil konversi dari Balai Sentra Paramita Mataram milik Kementerian Sosial. Program ini diinisiasi untuk membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu, dengan pendekatan boarding school dan kurikulum yang menunjang pembentukan karakter dan kecerdasan siswa.
Anggota Komisi VIII DPR RI Dapil NTB II, Nanang Samodera, mendukung penuh keberadaan Sekolah Rakyat ini. Ia berharap program serupa diperluas, namun tetap mengedepankan validitas data penerima manfaat.
“Kemensos harus hati-hati dalam mendata siswa yang layak, jangan sampai orang kaya menyusup. Ini sekolah yang bikin iri, karena fasilitasnya sangat baik,” ujar Nanang.
AHY berharap program Sekolah Rakyat menjadi model keberhasilan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




