Indonesia Sabet 4 Medali pada Olimpiade Internasional AI di Beijing
Minggu, 10 Agustus 2025 | 05:22 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Empat siswa Indonesia menorehkan sejarah di kompetisi olimpiade internasional bidang AI (International Olympiad in Artificial Intelligence/IOAI) 2025, di Beijing, China pada 2-9 Agustus 2025.
Meski pendatang baru, prestasi siswa Indonesia dalam bidang kecerdasan buatan (AI) itu tak main-main, yaitu tiga medali perak dan satu medali perunggu.
Untuk medali perak masing-masing diraih Faiz Rizki Ramadhan dari MAN Insan Cendekia Serpong, Matthew Hutama Pramana dari SMA Kolese Loyola Semarang, dan Luvidi Pranawa Alghari dari SMP Pribadi Depok. Medali perunggu diraih Jayden Jurianto dari SMAK 1 Kristen BPK Penabur Jakarta.
“Di tengah gempuran teknologi AI di sekitar kita, anak-anak muda ini menoreh sejarah sebagai para peraih medali pertama di bidang AI. Ini bisa menjadi sebuah tren positif terhadap perkembangan teknologi di tanah air,” kata Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Maria Veronica Irene Herdjiono di Jakarta, Sabtu (9/8/2025).
Baca Juga: Menpora Dito Targetkan Akuatik Raih Medali pada Olimpiade 2028
Irene berharap, raihan prestasi di ajang IOAI ini dapat membuka wawasan murid lainnya tentang kecerdasan artifisial.
“Harapan kami prestasi ini menjadi letupan semangat yang akan meningkatkan antusiasme para pelajar di tanah air untuk semakin mempelajari AI sehingga tidak tertinggal dengan negara-negara lain pada masa depan,” ungkap Irene.
Keempat siswa tersebut sebelumnya telah melalui seleksi dan pembinaan yang diadakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kemendikdasmen bekerja sama dengan Tim Olimpiade Komputer Indonesia (TOKI).
Selama jalannya kompetisi, para siswa didampingi oleh tim pembina, yaitu Mushthofa dari IPB University dan Nyoo Steven Christopher dari Ikatan Alumni Tim Olimpiade Komputer Indonesia (IA TOKI).
Tim Indonesia berlaga pada 2-9 Agustus 2025. Pemilihan tim pertama ini pun terbilang cukup unik, karena belum ada sistem seleksi berupa Olimpiade Sains Nasional, sehingga para calon yang diseleksi merupakan para peserta pembinaan dari TOKI dan Tim Olimpiade Matematika Indonesia (TOMI).
“Menurut saya ini membanggakan sekali. Keikutsertaan pertama berbuah empat medali, tentunya menjadi bekal untuk keikutsertaan berikutnya,” ujar Mushthofa selaku koordinator pembina IOAI.
Senada dengan itu, Nyoo Steven Christopher juga menyampaikan rasa optimisnya. “Langkah pertama yang sangat bagus. Tentu saja harapannya target setiap tahunnya bisa naik, bahkan bisa mengirimkan lebih dari satu tim ke depannya,” ucapnya.
Baca Juga: 4 Pelajar Indonesia Siap Berlaga pada Olimpiade Informatika di Bolivia
IOAI tahun ini merupakan penyelenggaraan yang kedua kalinya. IOAI merupakan sebuah perlombaan internasional di bidang kecerdasan artifisial yang diikuti siswa SMA lebih dari 60 negara, termasuk Indonesia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Jet AS Rontok di Iran, Ini Daftar Peristiwa yang Memalukan Amerika




