Isu Hoaks Seliweran Saat Demo, Polri Akan Telusuri Akun Penyebar
Jumat, 5 September 2025 | 19:16 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Isu tentang Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI menjadi provokator demo santer beredar di media sosial. TNI-Polri menegaskan narasi tersebut tidak benar dan sengaja digoreng untuk memecah belah.
Kapuspen TNI Brigjen Freddy Ardianzah menekankan bahwa isu itu sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi intelijen.
“Benar, narasi itu sengaja digoreng untuk memecah belah. Kami akui ini menjadi bahan evaluasi bagi intelijen agar lebih cermat dan antisipatif. Namun, saya tegaskan kembali tidak ada prajurit TNI yang menjadi provokator,” ujar Freddy, Jumat (5/9/2025).
Karopenmas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menambahkan, pihaknya terus menelusuri akun-akun yang menyebarkan hoaks tersebut.
“Kami juga terus melakukan inventarisasi dan analisa terhadap akun-akun yang menyebarkan hoaks. Semua akan diproses dalam koridor hukum,” tegas Trunoyudo.
TNI-Polri juga masih mencari pihak pertama menyebarkan konten hoaks hingga viral. Trunoyudo menyebut proses penelusuran masih berjalan.
“Kami terus menelusuri dan memang masih dilakukan pendalaman. Proses pengawasan internal maupun eksternal sedang berjalan. Media sosial menjadi saluran cepat, tetapi kami harap rekan-rekan media tetap melakukan konfirmasi sebelum menyebarkan,” jelasnya.
Kapuspen TNI menambahkan bahwa institusi TNI sangat menghormati demokrasi dan supremasi sipil.
“Apa pun keputusan dan kebijakan yang diberikan kepada TNI akan kami laksanakan dengan sebaik-baiknya dan penuh kehormatan,” tutup Freddy.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




