Indef Dukung Prabowo Bentuk Tim Independen Usut Kerusuhan
Minggu, 14 September 2025 | 15:07 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mendukung langkah Presiden Prabowo membentuk tim investigasi independen untuk mengungkap aktor di balik kerusuhan demonstrasi pada akhir Agustus lalu.
Seperti diketahui, pengumuman tersebut disampaikan Prabowo saat berdiskusi dengan sejumlah tokoh Gerakan Nurani Bangsa (GNB) di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Indef menegaskan kasus yang merenggut banyak nyawa tidak boleh ditutup begitu saja karena akan menjadi luka tambahan bagi bangsa. Lembaga riset ini juga meminta presiden menyerap aspirasi rakyat dan memimpin negeri ke arah yang lebih baik.
"Indef berada dalam posisi mendukung agar tim independen pencari fakta kasus tersebut terbuka bagi publik. Yang bersalah diberi hukuman yang adil," sebut Indef dalam keterangan tertulis, Minggu (14/9/2025).
Indef melalui machine learning AI, di bawah Pusat Pengembangan Big Data Continuum, telah mengumpulkan ratusan ribu percakapan netizen mengenai kasus demonstrasi tersebut. Hasilnya, masyarakat berharap tanggung jawab penyelesaian masalah ada di pimpinan tertinggi (presiden, kapolri, wapres).
Percakapan publik yang jumlahnya ribuan juga menghasilkan masukan dan rekomendasi, antara lain reformasi aparat (8.000 percakapan), pengesahan UU Perampasan Aset (6.400 percakapan), pergantian kapolri (4.900 percakapan), pembebasan massa aksi (2.300 percakapan), dan lainnya.
Indef menjelaskan, riset data ini bertujuan memberi masukan karena publik merasakan kekecewaan yang mendalam dan menghadapi kesenjangan yang semakin tinggi. Kondisi tersebut terlihat dari peningkatan PHK dan penurunan kelas menengah yang tercermin dari tabungan masyarakat yang terus terkuras.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




