ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Raker dengan Kemenhan, Komisi I DPR Bakal Dalami Kasus Ledakan SMAN 72

Senin, 10 November 2025 | 17:24 WIB
IO
RA
Penulis: Ilham Oktafian | Editor: RP
Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono menyebut pihaknya akan menggelar rapat kerja bersama Kementerian Pertahanan pada Selasa 11 November 2025.
Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono menyebut pihaknya akan menggelar rapat kerja bersama Kementerian Pertahanan pada Selasa 11 November 2025. (Beritasatu.com/Ilham Oktafian)

Jakarta, Beritasatu.com – Komisi I DPR bakal menggelar rapat kerja (raker) dengan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) pada Selasa (11/11/2025) besok. Rencananya, dalam raker tersebut, Komisi I DPR bakal turut membahas kasus ledakan di SMA Negeri 72, Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Jumat (7/11/2025) siang. Agenda isu raker besok diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono.

“Kita rencana besok akan rapat dengan Kementerian Pertahanan. Mungkin kita akan bahas juga salah satunya mungkin kita akan bahas soal ini (kasus ledakan di SMAN 72),” kata Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono kepada wartawan saat ditemui di Senayan, Senin (10/11/2025).

Dave tak membeberkan secara rinci detail apa saja pembahasan tersebut. Namun, dia menyinggung terkait isu terorisme dalam kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta.

ADVERTISEMENT

“Ada berbagai macam isu-isu yang yang yang ingin kita dalami dengan Kementerian Pertahanan dan juga Mabes TNI,” kata dia.

Ketika disinggung terkait rencana pemerintah membatasi penggunaan game online sebagai imbas dari insiden tragis yang menggegerkan Indonesia tersebut, Dave mengaku masih akan melihat keputusan finalnya.

Ia menambahkan, pihaknya masih menunggu penyelidikan kasus hingga rampung. Alasannya, dirinya ingin mengetahui motif pelaku, apakah terinspirasi game online atau sebab lain.

“Di Amerika berapa kali kan kejadian penembakan sampai dengan menewaskan banyak anak, salah satu penyebabnya persenjataan yang dijual bebas. Terus juga eh apa anak-anak ini menggunakan gim-gim seperti ini,” ucapnya.

“Salah satu dari kemajuan teknologi, fungsinya itu kan adalah untuk mengembangkan kreativitas. Tetapi, jangan sampai kemajuan teknologi itu justru merusak generasi muda kita,” pungkas Dave. 
    
Sebagai informasi, ledakan terjadi pada Jumat (7/11/2025) siang, bertepatan dengan para siswa tengah melaksanakan ibadah salat Jumat di masjid sekolah. Dentuman keras terdengar dari salah satu ruangan, menimbulkan kepanikan di kalangan siswa dan guru.

Menurut keterangan saksi di lokasi kejadian, ada bunyi dentuman ledakan terdengar hingga dua kali. Akibat peristiwa ini, setidaknya 96 orang menjadi korban, dengan sebagian besar siswa. Sebanyak 29 korban masih dirawat intensif di rumah sakit, sementara 67 lainnya telah dipulangkan setelah kondisi kesehatannya berangsut membaik.

Siswa yang diduga sebagai pelaku juga tengah menjalani perawatan medis akibat luka yang dialaminya. Polisi belum menetapkan status hukum terhadap yang bersangkutan karena masih menunggu hasil penyelidikan dan keterangan medis resmi.

Perkembangan informasi teranyar menyebutkan, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri telah mengungkapkan penemuan sejumlah peledak di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, terkait ledakan yang sempat terjadi beberapa waktu lalu.

"Benar bahwa ditemukan tujuh peledak," ujar Juru Bicara Densus 88 AKBP Mayndra Eka Wardhana kepada wartawan, Senin (10/11/2025).

Namun, hanya empat peledak yang meledak di dua lokasi berbeda. Asal-usul peledak tersebut belum diungkapkan secara resmi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kemenhan Minta Tambahan Anggaran Rp 195 Triliun untuk 2027

Kemenhan Minta Tambahan Anggaran Rp 195 Triliun untuk 2027

NASIONAL
Komisi I DPR Nilai TNI Bisa Ikut Berantas Begal, tetapi Ada Syaratnya

Komisi I DPR Nilai TNI Bisa Ikut Berantas Begal, tetapi Ada Syaratnya

NASIONAL
Agenda DPR Hari Ini 25 Mei 2026: Dari AI hingga Tambang

Agenda DPR Hari Ini 25 Mei 2026: Dari AI hingga Tambang

NASIONAL
Sjafrie Klaim Batalion Teritorial Pangkas Kasus Begal 50 Persen

Sjafrie Klaim Batalion Teritorial Pangkas Kasus Begal 50 Persen

NASIONAL
Sjafrie Ungkap Awal AS Tawarkan Akses Penerbangan Militer

Sjafrie Ungkap Awal AS Tawarkan Akses Penerbangan Militer

NASIONAL
Sjafrie Ungkap Syarat RI ke AS Sebelum Gabung Dewan Perdamaian

Sjafrie Ungkap Syarat RI ke AS Sebelum Gabung Dewan Perdamaian

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon