ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Update Korban Banjir Sumatera: 867 Tewas, 521 Hilang

Jumat, 5 Desember 2025 | 17:24 WIB
HH
HH
Penulis: Harumbi Prastya Hidayahningrum | Editor: HP
Foto udara menunjukkan pengendara melintasi jalan nasional Medan-Banda Aceh yang terendam banjir di Desa Peuribu, Arongan Lambalek, Aceh Barat, Aceh, Kamis, 27 November 2025.
Foto udara menunjukkan pengendara melintasi jalan nasional Medan-Banda Aceh yang terendam banjir di Desa Peuribu, Arongan Lambalek, Aceh Barat, Aceh, Kamis, 27 November 2025. (Antara/Syifa Yulinnas)

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pembaruan data terkait bencana banjir bandang dan longsor yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar), pada Jumat (5/12/2025) sore.

Dalam laporan terbaru, jumlah korban jiwa mencapai 867 orang, sementara 521 lainnya masih dinyatakan hilang. Selain itu, terdapat 4.200 warga yang mengalami luka-luka, baik kategori berat maupun ringan. BNPB menilai angka ini berpotensi bertambah seiring proses pencarian dan verifikasi data di lapangan.

Di Provinsi Aceh, korban meninggal tercatat sebanyak 345 jiwa, sementara 174 orang masih dalam pencarian. Di Sumatera Utara, jumlah korban tewas mencapai 312 jiwa dan 133 orang masih hilang.

ADVERTISEMENT

Adapun di Sumatera Barat, BNPB mencatat 210 korban jiwa dan 214 orang belum ditemukan.

Kabupaten Agam di Sumatera Barat menjadi daerah dengan korban meninggal terbanyak, yaitu 156 jiwa. Kabupaten Aceh Utara menyusul dengan 124 korban tewas, dan Kabupaten Tapanuli Tengah mencatat 89 korban tewas akibat banjir bandang dan longsor.

BNPB melaporkan 51 kabupaten/kota terdampak oleh banjir bandang yang disertai longsor. Dampak kerusakan yang tercatat antara lain:

  • 121.000 rumah warga rusak.
  • 1.100 fasilitas umum terdampak.
  • 270 fasilitas kesehatan rusak.
  • 509 fasilitas pendidikan mengalami kerusakan.
  • 338 rumah ibadah terdampak.
  • 221 gedung dan perkantoran rusak.
  • 405 jembatan mengalami kerusakan sedang hingga berat.

Kerusakan infrastruktur ini menyebabkan akses bantuan menjadi terkendala di sejumlah wilayah, sehingga proses evakuasi dan distribusi logistik membutuhkan waktu lebih lama.

BNPB menegaskan, upaya pencarian korban hilang masih berlangsung dengan melibatkan tim SAR gabungan, TNI/Polri, Basarnas, dan relawan. Pemerintah daerah juga telah mengaktifkan posko darurat di berbagai titik untuk percepatan respons bencana.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

6 Bulan Pascabencana, 12 Sekolah di Aceh Tengah Masih Belajar di Tenda

6 Bulan Pascabencana, 12 Sekolah di Aceh Tengah Masih Belajar di Tenda

NUSANTARA
Purbaya: Dana Pemulihan Sumatera Rp 60 T Cair jika Dokumen Lengkap

Purbaya: Dana Pemulihan Sumatera Rp 60 T Cair jika Dokumen Lengkap

EKONOMI
Pembangunan Huntap Korban Bencana Sumatera Ditargetkan Tuntas 2027

Pembangunan Huntap Korban Bencana Sumatera Ditargetkan Tuntas 2027

NASIONAL
Bahas Pemulihan Banjir Sumatera, DPR-Pemerintah Gelar Rapat Tertutup

Bahas Pemulihan Banjir Sumatera, DPR-Pemerintah Gelar Rapat Tertutup

NASIONAL
Huntap Korban Banjir Aceh Siap Dibangun di 71 Lokasi

Huntap Korban Banjir Aceh Siap Dibangun di 71 Lokasi

NUSANTARA
Tito: Huntara Buat Penyintas Bener Meriah Kembali Tersenyum

Tito: Huntara Buat Penyintas Bener Meriah Kembali Tersenyum

NUSANTARA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon