Libur Sekolah, DPR Usul MBG Dialihkan untuk Korban Banjir Sumatera
Senin, 22 Desember 2025 | 19:40 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Komisi IX DPR, Charles Honoris mengungkap alasan di balik usulan agar program makan bergizi gratis (MBG) dialihkan sementara untuk membantu korban bencana banjir di Sumatera. Usulan tersebut disampaikan seiring dengan masa libur sekolah yang tengah berlangsung.
Menurut Charles, sasaran utama program MBG adalah anak-anak sekolah. Namun, pada masa libur, distribusi makanan dinilai tidak berjalan optimal dan berpotensi menyimpang dari tujuan awal program.
"Distribusi makanan kering pada masa libur, yang menurut laporan lapangan banyak berisi produk kemasan dan ultra processed food (UPF), berisiko melenceng dari tujuan awal program ini, yakni memperbaiki status gizi anak-anak Indonesia," ujar Charles dalam keterangannya, Senin (22/12/2025).
Politisi PDIP tersebut menilai, ketika anak-anak sekolah sedang libur, penyaluran MBG menjadi kurang tepat sasaran. Pada sisi lain, korban bencana banjir di Sumatera justru sangat membutuhkan bantuan makanan yang layak dan bergizi.
Selain mempertimbangkan efektivitas program, Charles juga menyoroti aspek kemanusiaan. Menurutnya, pengalihan sementara menu MBG ke lokasi bencana akan memberikan manfaat yang lebih nyata bagi masyarakat yang sedang berada dalam kondisi darurat.
"Korban bencana banjir Sumatera saat ini membutuhkan makanan yang layak. Daripada diberikan kepada anak-anak sekolah yang sedang libur, alangkah lebih baik jika menu tersebut dialihkan sementara untuk membantu mereka," katanya.
Charles menilai, jika program MBG disalurkan kepada korban bencana, tujuan negara dalam melindungi dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana dapat tercapai secara lebih optimal.
Lebih jauh, ia juga mengingatkan pemerintah agar tidak memaksakan pelaksanaan program MBG hanya demi mengejar serapan anggaran pada akhir tahun. Menurutnya, setiap program publik harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan semata-mata pada realisasi belanja.
"Kita perlu jujur. Jangan sampai program ini dipaksakan hanya demi menghabiskan anggaran pada akhir tahun. Kegiatan publik seperti ini harus berorientasi pada manfaat nyata, bukan pada serapan belanja," tegasnya.
Charles berharap pemerintah benar-benar mempertimbangkan usulan tersebut secara serius. Ia menekankan pentingnya evaluasi pelaksanaan MBG selama masa libur sekolah agar program tetap berjalan sesuai dengan tujuan awalnya, yakni meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak.
"Saya berharap pemerintah bisa benar-benar meninjau kembali pelaksanaan MBG pada masa libur demi memastikan program ini tetap berjalan sesuai dengan tujuannya," pungkasnya.
Usulan ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang adaptif, terutama dalam menghadapi situasi darurat bencana alam yang membutuhkan respons cepat dan tepat sasaran.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




