Prabowo Puas dengan Capaian Program Prioritas Pemerintah Selama 2025
Rabu, 31 Desember 2025 | 05:21 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menyampaikan Presiden Prabowo Subianto puas dengan berbagai capaian dari program-program prioritas pemerintah yang telah berjalan selama 1 tahun terakhir.
Hal itu disampaikan Qodari seusai menghadap Presiden Prabowo Subianto yang membahas program prioritas pemerintah di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (30/12/2025).
Menurut Qodari, Presiden Prabowo optimistis dalam rentang waktu 2026-2027 akan muncul berbagai pencapaian baru yang berdampak luas terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia.
“Beliau sangat senang dengan perkembangan yang sudah dicapai pada hari ini. Sangat optimistis nanti 2026-2027 akan banyak capaian-capaian baru dan mudah-mudahan bisa mengubah lanskap sosial ekonomi Indonesia secara sangat menyeluruh karena Pak Presiden memang tujuannya adalah bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Qodari menjelaskan sejumlah program strategis pemerintah terus berjalan dan mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, seperti makan bergizi gratis (MBG), keberadaan Danantara Indonesia, pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), hingga Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).
Menurutnya, program-program tersebut diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru dan mempercepat perputaran ekonomi.
Presiden, kata Qodari, menaruh perhatian besar agar setiap anggaran yang dikeluarkan negara dapat memberikan dampak positif di masyarakat.
“Beliau tadi sebut istilah velocity of money, bagaimana tiap uang, tiap rupiah yang dikucurkan itu akan berkali-lipat pada giliran berikutnya di lapangan. Jadi kita lihat insyaallah tahun depan,” ujarnya.
Qodari menegaskan penggunaan anggaran untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatera tidak akan menghambat pelaksanaan program-program prioritas pemerintah pada 2026.
Qodari menyampaikan, Presiden Prabowo Subianto telah menyiapkan langkah antisipatif sejak awal dengan melakukan penghematan dan penataan anggaran secara menyeluruh.
Menurutnya, efisiensi tersebut menjadi dasar kuat agar kebutuhan penanganan bencana tetap terpenuhi tanpa mengorbankan program strategis pemerintah.
“Insyallah tidak (menghambat), karena Bapak Presiden telah melakukan banyak penghematan dari depan, ada efisiensi, kemudian juga ada sumber-sumber pendanaan yang didapatkan melalui kegiatan penegakan hukum yang semua kita ketahui baik itu untuk penataan kebun sawit maupun mencegah penyelundupan maupun untuk nanti tambang,” tutupnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




