Prabowo Tegaskan Bantuan Bencana Harus Transparan dan Tanpa Pamrih
Kamis, 1 Januari 2026 | 16:19 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan untuk penanganan bencana di wilayah Sumatera. Namun, bantuan tersebut harus melalui mekanisme yang jelas, transparan, serta bebas dari kepentingan apa pun.
Dalam rapat terbatas terkait progres pembangunan 600 hunian yang dipantau melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (1/1/2026), Prabowo menekankan setiap sumbangan dari masyarakat, komunitas, maupun diaspora daerah perlu dilaporkan terlebih dahulu kepada pemerintah agar dapat dikelola dan disalurkan secara tepat sasaran.
“Kalau ada pihak yang tulus ikhlas mau membantu, ya kita jelas sebagai manusia masa menolak bantuan. Asal bantuannya itu jelas. Silakan bikin surat, saya menyumbang ini, nanti kita laporkan ke pemerintah pusat dan pemerintah yang menyalurkan,” ujar Prabowo.
Presiden menjelaskan, mekanisme resmi diperlukan untuk memastikan bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat terdampak serta tidak menimbulkan persoalan pada kemudian hari. Pemerintah, kata dia, tidak ingin penyaluran bantuan justru memicu masalah akibat prosedur yang tidak jelas.
Ia mencontohkan, bantuan dapat datang dari berbagai pihak, termasuk diaspora Aceh, Minangkabau, Batak, maupun komunitas masyarakat Indonesia lainnya di luar negeri yang merasa terpanggil untuk membantu korban bencana.
Seluruh bantuan tersebut, lanjut Prabowo, akan difasilitasi melalui skema yang disepakati bersama antara pemerintah pusat dan daerah. Bahkan, jika diperlukan, pemerintah dapat membuka rekening khusus bantuan pascabencana agar penyaluran bantuan dapat dilakukan secara langsung dan tetap berada dalam pengawasan.
Meski demikian, presiden kembali mengingatkan bantuan harus diberikan secara tulus dan ikhlas, tanpa disertai tuntutan atau kepentingan tertentu pada kemudian hari. “Kita tidak menolak bantuan. Hanya mekanisme dan prosedurnya harus jelas dan harus ikhlas. Kita punya pengalaman, pernah dibantu, tetapi ujungnya ada yang menagih,” imbuhnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




