Huntara Korban Bencana Panas, Prabowo Minta Danantara Cari Solusi
Kamis, 1 Januari 2026 | 17:01 WIB
Aceh Tamiang, Beritasatu.com - Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran BPI Danantara untuk segera mencari solusi guna meningkatkan kenyamanan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatera.
Arahan tersebut disampaikan Prabowo setelah meninjau langsung kondisi huntara yang dibangun Danantara di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (1/1/2026). Dalam peninjauan tersebut, Presiden mendapati suhu di dalam hunian masih terasa panas.
Menurut Prabowo, kondisi tersebut dipengaruhi oleh penggunaan material seng pada bagian atap huntara yang membuat suhu di dalam bangunan meningkat, terutama pada siang hari. “Saya koreksi sedikit, saya tanya bagaimana ini ya? Seng panas. Coba dipikirkan kalau bisa kita kasih apa solusi,” ujar Prabowo saat memimpin rapat koordinasi seusai peninjauan lokasi.
Sebagai langkah perbaikan, Prabowo menginstruksikan Danantara untuk melapisi bagian bawah atap seng dengan material tambahan. Ia mendorong pemanfaatan material lokal yang sederhana, tetapi efektif untuk meredam panas tanpa harus menggunakan bahan mahal.
“Bisa pakai anyaman atau bahan lokal seperti ijuk, atau material tekstil sederhana di bawah seng. Tidak perlu mahal, ini soal kreativitas teman-teman di lapangan,” jelasnya.
Meski memberikan catatan perbaikan, Presiden tetap mengapresiasi kinerja Danantara yang mampu membangun 600 unit huntara di Aceh Tamiang dalam waktu relatif singkat, sekaligus tetap memperhatikan aspek keamanan bagi penghuninya.
Ratusan huntara tersebut dibangun di atas lahan milik PTPN 4 Regional VI Langsa seluas 5,8 hektare yang sebelumnya merupakan area perkebunan kelapa sawit. Setiap unit memiliki luas sekitar 20,25 meter persegi dengan ukuran bangunan 4,5 x 4,5 meter, yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak bencana.
Selain hunian, Danantara juga melengkapi kawasan tersebut dengan berbagai fasilitas penunjang, seperti taman bermain anak, jaringan WiFi, listrik, musala, 14 unit dapur umum, serta 120 unit toilet dan kamar mandi. Sebanyak 600 hunian sementara tersebut dijadwalkan mulai diserahkan kepada masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh Tamiang pada pekan depan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Aniaya Warga hingga Tewas, 3 Sekuriti PT Agrinas Palma Jadi Tersangka




