Prabowo Apresiasi Danantara Bangun 600 Hunian Hanya 8 Hari
Kamis, 1 Januari 2026 | 19:52 WIB
Aceh Tamiang, Beritasatu.com - Presiden Prabowo Subianto memuji kerja cepat Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara bersama BUMN sektor konstruksi yang berhasil membangun 600 unit hunian sementara bagi para pengungsi bencana hanya dalam waktu delapan hari.
Apresiasi tersebut disampaikan Presiden Prabowo setelah meninjau langsung rumah hunian Danantara yang dibangun untuk warga terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Kamis (1/1/2026).
“Danantara membuktikan dalam delapan hari bisa membangun 600 hunian yang menurut saya cukup baik. Fokus kita adalah bagaimana kita bisa mengurangi dan meringankan penderitaan rakyat. Itu kewajiban kita sebagai pejabat dan pemimpin,” ujar Prabowo.
Presiden menilai kerja cepat Danantara menjadi bukti nyata kehadiran negara di tengah masyarakat yang tengah mengalami kesulitan, terutama para pengungsi yang hingga kini masih tinggal di posko-posko dan tenda pengungsian.
Dalam rapat terbatas di kompleks rumah hunian Danantara, Prabowo juga memberikan sejumlah arahan teknis. Ia meminta agar pembangunan hunian sementara mengutamakan penggunaan materiel lokal yang sederhana, tetapi tetap efektif dan nyaman dihuni.
“Solusinya tidak usah mahal-mahal. Bisa dari bahan lokal atau tekstil untuk melapisi seng supaya tidak panas. Ini bentuk kreativitas orang-orang di lapangan,” kata Prabowo.
Arahan tersebut diberikan setelah presiden melihat langsung kondisi hunian yang dibangun dengan sistem modular, menggunakan rangka baja ringan, dinding dari papan GRC, serta atap berbahan seng.
Penggunaan atap seng umumnya membuat suhu ruangan menjadi lebih panas. Namun, presiden menilai hal tersebut dapat disiasati dengan pemasangan insulasi atau pelapisan khusus pada atap guna memantulkan panas matahari.
Selain bangunan hunian, kawasan rumah hunian Danantara juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti area bermain anak, fasilitas MCK terpisah, klinik kesehatan, sistem drainase, serta sambungan listrik dan jaringan WiFi.
Di Kabupaten Aceh Tamiang, hunian sementara tersebut dibangun di atas lahan yang dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara (PTPN) sebagai bagian dari percepatan penanganan pengungsi pascabencana.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




