ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pastikan MBG Aman, Wakil Kepala BGN: Kalau Garansi, Allah yang Jamin

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:52 WIB
IA
HH
Penulis: Ichsan Ali | Editor: HP
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang (kiri pertama) seusai peninjauan distribusi MBG di SMKN 1 Jakarta, Kamis 8 Januari 2026.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang (kiri pertama) seusai peninjauan distribusi MBG di SMKN 1 Jakarta, Kamis 8 Januari 2026. (Beritasatu.com/Ichsan Ali)

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang memastikan pihaknya akan bekerja keras untuk meminimalkan risiko keracunan dalam pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) sepanjang 2026. Meski demikian, Nanik menegaskan, upaya pencegahan terus dilakukan secara maksimal dengan penerapan standar ketat di lapangan.

Nanik mengungkapkan, tren kasus keracunan MBG menunjukkan penurunan signifikan seiring evaluasi menyeluruh terhadap satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di berbagai daerah.

“Kemudian untuk mencapai zero (defect). Kalau menggaransi itu Allah yang garansi ya, tetapi kita akan berusaha bekerja keras untuk meminimalisir (keracunan),” tegas Nanik seusai meninjau distribusi MBG di SMKN 1 Jakarta, Kamis (8/1/2026) pagi.

ADVERTISEMENT

Menurut Nanik, salah satu faktor utama penurunan kasus keracunan adalah kewajiban kepemilikan sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS) bagi setiap SPPG. Sertifikat ini menjadi indikator bahwa dapur dan proses penyajian makanan telah memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan.

“Kita ketat SLHS, wajib karena kemarin banyak ditemukan E coli di air. Air sekarang harus menggunakan air galon bermerek yang maksudnya terjamin tidak ada bakterinya, bebas E coli,” jelasnya.

Selain itu, BGN juga akan memperkuat pengawasan melalui penerbitan petunjuk teknis (juknis) yang mengatur secara rinci standar operasional prosedur (SOP) pelaksanaan MBG. Nanik menegaskan, SPPG yang melanggar SOP akan dikenai sanksi bertahap.

“Apabila tidak mematuhi SOP, akan diberikan surat peringatan sampai tiga kali. Ketika peringatan ketiga, kita akan tutup (SPPG-nya). Sikap keras kita sebentar lagi akan diluncurkan juknis-nya. Mungkin dua, tiga hari ini,” imbuh Nanik.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan komitmen untuk memperluas cakupan program MBG hingga menjangkau seluruh desa di Indonesia pada 2026. Ia mengakui masih ada desa yang belum menerima manfaat program tersebut.

“Tadi waktu saya datang, banyak juga rakyat yang berteriak, Pak, desa kami belum terima MBG. Saya minta maaf. Ini soal kemampuan kita. Namun, insyaallah tahun 2026 seluruh desa di Indonesia akan menerima MBG,” kata Prabowo saat menghadiri panen raya dan pengumuman swasembada beras di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).

Prabowo menyebutkan, hingga saat ini program MBG telah menjangkau sekitar 55 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia, jumlah yang menurutnya setara dengan memberi makan delapan kali populasi Singapura.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Mendikdasmen Tinjau Digitalisasi Sekolah dan MBG di Wilayah 3T

Mendikdasmen Tinjau Digitalisasi Sekolah dan MBG di Wilayah 3T

NASIONAL
Soroti Program MBG, Aliansi Mahasiswa Untika Demo di DPRD Banggai

Soroti Program MBG, Aliansi Mahasiswa Untika Demo di DPRD Banggai

NASIONAL
IMM Sulteng Desak Evaluasi Total Program MBG

IMM Sulteng Desak Evaluasi Total Program MBG

NASIONAL
Dukung Program Prabowo, Ribuan Warga Geruduk DPRD Jember

Dukung Program Prabowo, Ribuan Warga Geruduk DPRD Jember

JAWA TIMUR
Dukung MBG, Relawan DIY Ajak Publik Awasi agar Bebas Korupsi

Dukung MBG, Relawan DIY Ajak Publik Awasi agar Bebas Korupsi

NUSANTARA
KPK: Penyelidikan Korupsi MBG Tak Tumpang Tindih dengan Kejagung

KPK: Penyelidikan Korupsi MBG Tak Tumpang Tindih dengan Kejagung

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon