ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Miris, Korban Banjir Sumatera Alami Pelecehan Seksual di Pengungsian

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:17 WIB
HH
HH
Penulis: Harumbi Prastya Hidayahningrum | Editor: HP
Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA), Veronica Tan saat menghadiri rapat koordinasi percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana bersama menteri dalam negeri, kepala BNPB, gubernur, serta para bupati dan wali kota di Sumatera Barat, Selasa 13 Januari 2026.
Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA), Veronica Tan saat menghadiri rapat koordinasi percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana bersama menteri dalam negeri, kepala BNPB, gubernur, serta para bupati dan wali kota di Sumatera Barat, Selasa 13 Januari 2026. (Antara/Muhammad Zulfikar)

Kota Padang, Beritasatu.com - Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA), Veronica Tan mengungkap adanya kasus pelecehan seksual yang dialami perempuan korban bencana banjir di sejumlah wilayah Pulau Sumatera pada akhir 2025.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri rapat koordinasi percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana bersama menteri dalam negeri, kepala BNPB, gubernur, serta para bupati dan wali kota di Sumatera Barat, Selasa (13/1/2026).

“Ketika saya ke Aceh dan berbicara langsung dengan komunitas perempuan, banyak sekali perempuan korban bencana yang mengalami pelecehan seksual,” ujar Veronica di Kota Padang, dikutip dari Antara.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, kasus pelecehan tersebut tidak terjadi satu kali, melainkan berulang, terutama di tenda-tenda pengungsian yang minim pengawasan dan fasilitas perlindungan bagi kelompok rentan.

Veronica menegaskan, perempuan, anak-anak, dan lansia merupakan kelompok yang paling rentan mengalami kekerasan berbasis gender selama masa tanggap darurat dan pemulihan bencana.

“Kami menilai perlu ada pengawasan yang lebih ketat terhadap perempuan, anak-anak, dan lansia selama berada di pengungsian. Tujuannya agar tidak ada lagi kelompok rentan yang mengalami pelecehan seksual atau bentuk kekerasan lainnya,” tegasnya.

Sebagai langkah pencegahan, Kementerian PPPA mendorong adanya pemisahan area pengungsian antara laki-laki dengan perempuan, anak-anak, dan lansia.

Selain itu, Veronica juga menekankan pentingnya pengamanan fasilitas sanitasi, seperti mandi, cuci, kakus (MCK), termasuk memastikan pintu MCK dapat dikunci dengan baik.

“Pemisahan ini penting untuk meminimalkan risiko terjadinya pelecehan seksual, terutama di tenda-tenda pengungsian,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan para pemangku kepentingan agar lebih peka terhadap isu gender, khususnya kebutuhan ibu hamil dan ibu menyusui yang memerlukan ruang privat dan aman.

“Ibu menyusui harus diberikan ruang privat. Jangan sampai mereka merasa tidak aman atau terekspos di tempat pengungsian,” ujarnya.

Wamen PPPA berharap solusi dan langkah perlindungan tersebut dapat segera diterapkan di wilayah terdampak bencana, khususnya di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, agar kasus pelecehan seksual terhadap korban bencana tidak kembali terulang.

“Ini bukan hanya soal infrastruktur pengungsian, tetapi juga soal keselamatan dan martabat para korban, terutama perempuan dan anak,” pungkas Veronica.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

6 Bulan Pascabencana, 12 Sekolah di Aceh Tengah Masih Belajar di Tenda

6 Bulan Pascabencana, 12 Sekolah di Aceh Tengah Masih Belajar di Tenda

NUSANTARA
Purbaya: Dana Pemulihan Sumatera Rp 60 T Cair jika Dokumen Lengkap

Purbaya: Dana Pemulihan Sumatera Rp 60 T Cair jika Dokumen Lengkap

EKONOMI
Pembangunan Huntap Korban Bencana Sumatera Ditargetkan Tuntas 2027

Pembangunan Huntap Korban Bencana Sumatera Ditargetkan Tuntas 2027

NASIONAL
Bahas Pemulihan Banjir Sumatera, DPR-Pemerintah Gelar Rapat Tertutup

Bahas Pemulihan Banjir Sumatera, DPR-Pemerintah Gelar Rapat Tertutup

NASIONAL
Huntap Korban Banjir Aceh Siap Dibangun di 71 Lokasi

Huntap Korban Banjir Aceh Siap Dibangun di 71 Lokasi

NUSANTARA
Tito: Huntara Buat Penyintas Bener Meriah Kembali Tersenyum

Tito: Huntara Buat Penyintas Bener Meriah Kembali Tersenyum

NUSANTARA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon