Periksa Dito Ariotedjo, KPK Dalami Asal Usul Kuota Haji Tambahan 2024
Jumat, 23 Januari 2026 | 21:44 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami asal usul pemberian kuota haji tambahan 2024 dari Arab Saudi melalui pemeriksaan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo sebagai saksi, Jumat (23/1/2026).
Dito Ariotedjo dimintai keterangan terkait pengetahuannya saat mendampingi Presiden ke-7 RI Joko Widodo berkunjung ke Arab Saudi untuk membahas kuota haji tambahan.
"Dalam pemeriksaan hari ini penyidik mendalami terkait dengan asal-usul pemberian tambahan kuota ibadah haji dari Pemerintah Arab Saudi kepada Pemerintah Indonesia," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (23/1/2026).
Budi mengatakan, Dito Ariotedjo diperiksa KPK karena ia turut dalam rombongan bilateral Pemerintah Indonesia ke Arab Saudi. Menurut dia, keterangan Dito Ariotedjo memperkuat informasi dan bukti yang didapatkan penyidik.
"Ini juga kemudian menguatkan terkait dengan informasi-informasi atau bukti-bukti yang didapatkan oleh penyidik KPK berkaitan dengan diskresi yang dilakukan oleh Kementerian Agama," tandas dia.
Dito Ariotedjo hari ini diperiksa oleh penyidik di gedung Merah Putih KPK selama 3 jam, dari pukul 12.49 WIB sampai pukul 16.03 WIB.
Dalam pemeriksaan tersebut, Dito Ariotedjo mengaku menjelaskan pertemuan Presiden Jokowi dengan Perdana Menteri (PM) Kerajaan Arab Saudi (KAS) Mohammed bin Salman al-Saud (MBS) pada Oktober 2023.
Dito yang ikut mendampingi Jokowi saat itu, menegaskan kunjungan tersebut adalah pertemuan bilateral Indonesia dengan Arab Saudi dan tidak membahas secara spesifik terkait kuota haji tambahan yang berujung masalah.
“Secara garis besar memang yang dipertanyakan, ditanyakan lebih detail saat kunjungan kerja ke Arab Saudi,” kata Dito kepada wartawan di Gedung KPK.
Dito mengatakan dalam pertemuan Jokowi dan MBS, dibahas sejumlah hal sehingga dirinya dan beberapa menteri terkait ikut dalam pertemuan tersebut. Termasuk, kata dia, pembahasan juga soal dukungan Indonesia bagi Arab Saudi selaku tuan rumah Piala Dunia 2034.
Menurut Dito Ariotedjo, pertemuan tersebut tidak spesifik membahas kuota haji tambahan. Hanya saja, pada saat itu, MBS menawarkan ke Presiden Jokowi soal hal-hal yang perlu dibantu sehingga dibuka pembahasan terkait pelayanan haji.
"Waktu itu juga di situ juga kami memberikan dukungan untuk tuan rumah Piala Dunia waktu itu. Dan juga setelah makan siang, waktu itu saya ingat betul ada pembahasan dari perdana menteri ini menawarkan kepada Indonesia apa saja yang harus dibantu," tandas dia.
“Waktu itu saya ingat ada investasi, ada juga waktu itu kalau tidak salah IKN, dan juga salah satunya yang topik utama pasti ke Arab Saudi itu pasti yang ada di benak semua masyarakat kan pasti haji. Itu yang disampaikan Bapak Presiden," jelas Dito Ariotedjo.
Diketahui, KPK telah resmi menetapkan eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan staf khususnya Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex
sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembagian kuota haji tambahan 2023-2024 di lingkungan Kementerian Agama sejak Kamis (8/1/2026). Keduanya dijerat dengan pasal kerugian negara sebagaimana diatur dalam Pasal 2 dan Pasal 3 UU Pemberantasan Tipikor.
Yaqut, Gus Alex dan juga Bos Maktour Fuad Hasan Masyhur sebelumnya sudah dicegah ke luar negeri oleh KPK. Hanya saja, Fuad Hasan Masyhur hingga saat ini belum ditetapkan menjadi tersangka karena alat bukti belum cukup.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: Belanda Berpesta Gol ke Gawang Swedia di Houston




