KPAI Soroti Kematian Siswa SD di NTT, Ini Pemicunya
Kamis, 12 Februari 2026 | 05:00 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai kasus kematian seorang siswa sekolah dasar (SD) berinisial YBR di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), tidak bisa dilihat dari satu perspektif semata.
Ketua KPAI Margaret Aliyatul Maimunah menyebut, terdapat banyak faktor yang dapat mendorong seorang anak hingga memilih mengakhiri hidupnya. Salah satunya adalah faktor kemiskinan, yang membuat kebutuhan dasar pendidikan, seperti perlengkapan sekolah tidak terpenuhi.
Menurut Margaret, peristiwa tragis tersebut sebenarnya bisa dicegah apabila sistem dukungan (support system) di sekitar anak berjalan dengan baik. Sekolah, kata dia, semestinya mampu membaca kondisi sosial dan ekonomi peserta didik dari keseharian mereka.
“Pemenuhan kebutuhan alat sekolah kepada anak itu bisa dipetakan. Jika memang masuk kategori siswa yang membutuhkan bantuan, tentu dapat dilakukan upaya pencegahan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya, Rabu (11/2/2026).
Selain faktor ekonomi, KPAI juga menyoroti kondisi lingkungan sosial di satuan pendidikan. Dukungan dari teman sebaya dan tenaga pendidik dinilai sangat berperan dalam membangun ketahanan mental anak.
Margaret menjelaskan, lingkungan sekolah yang tidak suportif dapat menjadi salah satu pemicu tekanan psikologis. Anak yang merasa berbeda atau kekurangan berpotensi mengalami ketakutan, termasuk kekhawatiran akan perundungan (bullying).
“Jika lingkungan pendidikan tidak mendukung dan anak tidak mendapatkan motivasi serta dukungan, itu bisa menjadi faktor pendorong. Anak mungkin merasa tidak siap dengan kondisinya atau takut mengalami bully karena tidak memiliki perlengkapan sekolah,” katanya.
KPAI menegaskan pentingnya peran semua pihak, baik keluarga, sekolah, maupun pemerintah daerah, untuk memastikan setiap anak memperoleh hak dasar pendidikan serta dukungan psikososial yang memadai, agar kasus serupa tidak kembali terjadi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




