ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Hilal Belum Terlihat di Sulawesi Selatan

Selasa, 17 Februari 2026 | 16:24 WIB
I
JS
Penulis: Irfandi | Editor: JJS
Ilustrasi hilal.
Ilustrasi hilal. (Istimewa/Istimewa)

Makassar, Beritasatu.com - Koordinator Bidang Observasi BMKG Wilayah IV Makassar, Jamroni menyebut, hilal belum dapat terlihat di langit Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Pemantauan hilal atau rukyatul hilal untuk menentukan awal Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi di Provinsi Sulsel dipusatkan di Observatorium Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Jalan Sultan Alauddin, Kecamatan Rappocini, Selasa (17/2/2026).

Observatorium Unismuh Makassar memiliki dua dome (kubah) pemantauan benda langit dan tiga teleskop canggih keluaran terbaru.

ADVERTISEMENT

Proses observasi menggunakan teleskop refraktor yang dilengkapi kamera pencitraan digital serta perangkat lunak pemetaan langit guna mendukung akurasi pengamatan. Seluruh peralatan utama telah dipersiapkan dan melalui proses kalibrasi sebelum digunakan.

Rukyatul hilal ini melibatkan berbagai unsur lintas lembaga dan keagamaan, di antaranya Kementerian Agama (Kemenag) Sulsel, Badan Hisab Rukyat (BHR) Sulsel, BMKG Wilayah IV Makassar, MUI Sulsel, Pengadilan Agama, lembaga pemantau dari perguruan tinggi, serta organisasi kemasyarakatan keagamaan.

Koordinator Bidang Observasi BMKG Wilayah IV Makassar, Jamroni menuturkan, hilal belum dapat terlihat di langit Makassar, Sulawesi Selatan.

“Hilal tidak bisa terlihat karena berdasarkan perhitungan atau hisab, posisinya bernilai negatif,” ujarnya.

Jamroni menjelaskan, kondisi tersebut terjadi karena posisi bulan lebih dahulu tenggelam dibandingkan matahari, sehingga secara astronomis hilal tidak mungkin teramati.

“Jika nilai hilal negatif, maka tidak dapat diamati. Kami tetap melakukan rukyah, tetapi secara perhitungan kemungkinan besar memang tidak terlihat karena seluruh parameternya bernilai negatif,” tuturnya.

Meski demikian, pihaknya belum dapat memastikan apakah 1 Ramadan akan jatuh pada Rabu (18/2/2026). Penetapan resmi tetap menunggu hasil sidang isbat yang digelar pemerintah.

“Untuk kepastiannya kita menunggu hasil sidang isbat. Secara perhitungan, hilal tidak terpenuhi parameternya. Namun keputusan tetap menunggu sidang isbat,” tutupnya.

Hasil rukyatul hilal dari Sulawesi Selatan selanjutnya akan dilaporkan sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat penetapan awal Ramadan 1447 H yang diselenggarakan Kementerian Agama di Jakarta.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Hilal pada 7 Titik Jawa Barat Tidak Memenuhi Syarat Lebaran 2026

Hilal pada 7 Titik Jawa Barat Tidak Memenuhi Syarat Lebaran 2026

JAWA BARAT
Hujan dan Berawan Jadi Kendala, Hilal di NTT Tidak Terlihat

Hujan dan Berawan Jadi Kendala, Hilal di NTT Tidak Terlihat

NUSANTARA
Kemenag: Hilal RI Belum Penuhi MABIMS, Lebaran Diprediksi 21 Maret

Kemenag: Hilal RI Belum Penuhi MABIMS, Lebaran Diprediksi 21 Maret

NASIONAL
Observatorium DIY Siapkan Teleskop untuk Pantau Hilal

Observatorium DIY Siapkan Teleskop untuk Pantau Hilal

NUSANTARA
Cuaca Buruk, Hilal di Gresik Tidak Terlihat

Cuaca Buruk, Hilal di Gresik Tidak Terlihat

JAWA TIMUR
Gontor dan Ploso Tetapkan Lebaran 2026 pada Jumat 20 Maret 2026

Gontor dan Ploso Tetapkan Lebaran 2026 pada Jumat 20 Maret 2026

JAWA TIMUR

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT