Podcast Relasi Gubernur NTT: Turun ke Sawah hingga Hadirkan Solusi Nyata
Rabu, 18 Februari 2026 | 05:00 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena atau Melki Laka Lena menegaskan perubahan besar dalam cara dirinya melihat dan melayani masyarakat sejak memimpin daerah atau menjadi gubernur. Jika dahulu saat berada di parlemen kebijakan dirumuskan dari jarak tertentu, kini dirinya dituntut hadir langsung di tengah kehidupan rakyat.
Pernyataan ini disampaikannya dalam podcast Relasi (Regulasi dan Aspirasi) dipandu host Pemimpin Redaksi Beritasatu.com Syukri Rahmatullah yang tayang di kanal Youtube Beritasatu.
“Dahulu kita merumuskan kebijakan untuk rakyat itu dari ‘pinggir jalan’. Sekarang kita masuk ke rumah mereka, ke sawah-sawah, ke tempat mereka bekerja, dan ikut bekerja bersama mereka. Di situlah kita benar-benar melihat persoalan dari dekat,” ujar Melki dalam Podcast Relasi, seperti ditulis ulang, Rabu (18/2/2026).
Menurut Melki, pengalaman turun langsung ke lapangan membuat pemerintah daerah memahami tantangan riil yang dihadapi masyarakat. Jika sebelumnya persoalan rakyat banyak dipahami melalui aspirasi, rapat, atau demonstrasi, kini kepala daerah dituntut menyentuh persoalan itu secara langsung.
“Sekarang saya mendekati permasalahan rakyat secara langsung. Semua pemimpin daerah harus betul-betul tahu apa masalah masyarakatnya dan apa yang bisa dilakukan bersama mereka agar keluar dari masalah,” katanya.
Ia menekankan pentingnya mendengar suara warga secara rutin dan berbasis data lapangan. Pemerintah daerah, lanjutnya, harus aktif turun ke masyarakat untuk memastikan kebijakan yang dibuat sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan.
“Ini real kehidupan sehari-hari masyarakat, jatuh bangunnya mereka. Kita harus sering mendengarkan, turun ke lapangan, lalu memberikan solusi yang konkret,” tegas Melki.
Gubernur Melki juga membandingkan peran legislator dan eksekutif. Jika saat di DPR fokus pada penyusunan undang-undang dan wacana kebijakan, kini tanggung jawabnya adalah memastikan kebijakan benar-benar dirasakan masyarakat.
“Kalau dahulu di legislatif kita membuat undang-undang, sekarang kita harus bantu secara konkret. Pendidikan, kesehatan, ekonomi, bukan lagi sekadar wacana. Harus jelas solusinya dan fix setiap masalah yang ada,” pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




