Hilal Minus di Merauke, Awal Puasa Berpotensi Diundur
Selasa, 17 Februari 2026 | 18:42 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Proses penentuan awal bulan suci Ramadan melalui metode rukyatul hilal di wilayah paling timur Indonesia memberikan hasil yang cukup menyentuh hati. Tim Falakiyah Provinsi Papua melaporkan bahwa berdasarkan perhitungan teknis, posisi hilal di wilayah tersebut masih berada di posisi negatif.
Ketua Tim Falakiyah Provinsi Papua, Hendra Rahman, melalui tayangan YouTube, Selasa (17/2/2026) menyampaikan bahwa pemantauan yang dilakukan di Merauke menunjukkan posisi hilal yang tidak memungkinkan untuk dilihat secara kasat mata.
“Ketinggian hilal dari Merauke ini minus dua derajat. Secara penginderaan dua derajat tidak mungkin akan kelihatan,” ujarnya.
Ada momen emosional dalam penyampaian laporan kali ini. Hendra Rahman mengungkapkan bahwa secara fisik hilal memang tidak tampak, namun secara spiritual, kerinduan akan bulan suci sangat terasa.
"Ketinggian hilal dari Merauke ini minus dua derajat. Tadi disampaikan, jangan dilihat dengan mata saja, dengan hati pun sudah menangis," ujar Hendra Rahman dalam pernyataannya.
Lebih lanjut, Hendra menjelaskan bahwa kondisi ini kemungkinan besar akan serupa di wilayah Indonesia lainnya. Mengingat di Papua saja posisi sudah minus dua derajat, maka hingga ke wilayah Sabang pun diprediksi posisi hilal masih akan berada di angka minus.
Hal ini menjadi sinyal kuat bahwa awal Ramadan kemungkinan besar akan digenapkan (istikmal) berdasarkan hasil sidang isbat nanti.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Jet AS Rontok di Iran, Ini Daftar Peristiwa yang Memalukan Amerika




