ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ikuti Indonesia, 4 Negara Ini Mulai Puasa 19 Februari 2026

Selasa, 17 Februari 2026 | 23:51 WIB
JS
JS
Penulis: Johnny Johan Sompotan | Editor: JJS
Ilustrasi hilal.
Ilustrasi hilal. (Istimewa/Istimewa)

Istanbul, Beritasatu.com - Sebanyak empat negara dengan populasi Muslim, yaitu Turki, Oman, Singapura, dan Australia, akan memulai ibadah puasa Ramadan 2026 bersamaan dengan Indonesia.

Umat muslim di keempat negara tersebut akan mulai berpuasa pada Kamis (19/2/2026), setelah otoritas masing-masing memastikan awal bulan suci berdasarkan perhitungan astronomi.

Dikutip dari AA, Selasa (17/2/2026), kepala Kepresidenan Urusan Agama Turki, Safi Arpagus menyampaikan, salat tarawih pertama (salat malam khusus selama Ramadan) akan dilaksanakan besok, Rabu (18/2/2026) malam, dan puasa akan dimulai pada Kamis (19/2/2026).

ADVERTISEMENT

Oman juga mengumumkan bahwa umat Muslim di negara tersebut akan memulai puasa pada Kamis (19/2/2026). Otoritas Oman menyatakan, Rabu (18/2/2026) akan menjadi hari terakhir bulan Sya’ban, bulan kedelapan dalam kalender lunar Islam, tanpa memerlukan pengamatan bulan secara publik.

Asisten Mufti Agung Kahlan bin Nabhan al-Kharousi menegaskan, keputusan ini didasarkan pada prinsip-prinsip agama dan perhitungan ilmiah yang telah lama diterapkan.

Kemudian Singapura, Dewan Agama Islam (Muis) mengonfirmasi awal Ramadan akan jatuh pada 19 Februari 2026. Mufti Nazirudin Mohd Nasir menjelaskan, perhitungan astronomi menunjukkan bulan sabit Ramadan tidak akan terlihat pada 17 Februari 2026, sehingga hari terakhir Syakban jatuh pada 18 Februari 2026 dan puasa dimulai 19 Februari 2026.

Australia juga memastikan awal Ramadan jatuh pada Kamis (19/2/2026) berdasarkan perhitungan astronomi. Keputusan ini disetujui Dewan Fatwa Australia setelah konsultasi yang dipimpin Mufti Besar Ibrahim Abu Mohamad.

Ramadan adalah bulan kesembilan dalam kalender lunar Islam dan dimulai saat bulan sabit terlihat. Beberapa negara masih mengandalkan pengamatan bulan lokal, sementara yang lain menggunakan perhitungan astronomi, terutama ketika data ilmiah menunjukkan bulan sabit tidak dapat terlihat secara visual.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pingsan Saat Puasa, Otomatis Batal atau Tidak? Ini Penjelasannya

Pingsan Saat Puasa, Otomatis Batal atau Tidak? Ini Penjelasannya

LIFESTYLE
PLN Tebar Kebaikan Ramadan, 120 Takjil Dibagi di Cililitan

PLN Tebar Kebaikan Ramadan, 120 Takjil Dibagi di Cililitan

JAKARTA
Ramadan Penuh Haru, Lemonilo-Gaabor Santuni Lansia

Ramadan Penuh Haru, Lemonilo-Gaabor Santuni Lansia

JAKARTA
Dilema Sopir Jarak Jauh Saat Ramadan, Buya Yahya Jelaskan Hukumnya

Dilema Sopir Jarak Jauh Saat Ramadan, Buya Yahya Jelaskan Hukumnya

NASIONAL
Ibu Hamil Bisa Puasa? Ketahui Syarat, Risiko, dan Panduannya

Ibu Hamil Bisa Puasa? Ketahui Syarat, Risiko, dan Panduannya

LIFESTYLE
Ronaldo Pernah Puasa Ramadan, Eks Pemain Al Nassr: Bertahan 2 Hari

Ronaldo Pernah Puasa Ramadan, Eks Pemain Al Nassr: Bertahan 2 Hari

SPORT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT