ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Niat Puasa Ramadan 2026: Harian dan 1 Bulan Penuh

Rabu, 18 Februari 2026 | 17:00 WIB
MF
MF
Penulis: Muhammad Firman | Editor: MF
Simak bacaan niat puasa Ramadan 2026 untuk harian dan satu bulan.
Simak bacaan niat puasa Ramadan 2026 untuk harian dan satu bulan. (Pexels/Sami Abdullah)

Jakarta, Beritasatu.com - Niat puasa menjadi salah satu syarat sah ibadah yang tidak boleh diabaikan, termasuk saat memasuki Ramadan 2026. Tanpa niat, puasa yang dijalankan tidak memenuhi ketentuan syariat.

Karena itu, memahami bacaan dan waktu yang tepat untuk melafalkan niat puasa sangat penting agar ibadah berjalan sah dan bernilai di sisi Allah.

Umat Islam di Indonesia mulai melaksanakan puasa Ramadan pada Kamis (19/2/2026). Penetapan ini merujuk pada hasil sidang isbat 1 Ramadan 1447 H yang diumumkan oleh Menteri Agama RI Nasaruddin Umar. Dengan dimulainya Ramadan 2026 tersebut, umat Islam pun mempersiapkan diri, termasuk memastikan niat puasa dilakukan sesuai tuntunan.

ADVERTISEMENT

Secara umum, niat puasa dibaca setiap malam sebelum menjalankan ibadah puasa keesokan harinya. Namun, terdapat pula pendapat yang membolehkan niat dilakukan sekali untuk satu bulan penuh. Lalu, bagaimana penjelasan hukumnya dan kapan waktu yang tepat untuk membacanya?

Hukum Membaca Niat Puasa Sebulan Penuh

Melansir laman resmi Majelis Ulama Indonesia, umat Islam diperkenankan berniat puasa Ramadan untuk satu bulan penuh sekaligus berdasarkan pandangan dalam mazhab Maliki. Dalam mazhab ini, puasa Ramadan dipandang sebagai satu rangkaian ibadah yang utuh, sehingga niat tidak harus diperbarui setiap hari.

Pendapat tersebut juga diterangkan oleh Yusuf al-Qaradawi dalam kitab Fiqh al-Shiyam. Ia menjelaskan bahwa karena Ramadan merupakan satu kesatuan ibadah yang berkesinambungan, maka satu niat di awal bulan sudah mencakup seluruh hari di dalamnya.

Sementara itu, mazhab Syafi'i memiliki pandangan berbeda. Dalam mazhab ini, niat puasa wajib diperbarui setiap malam selama bulan Ramadan. Ketentuan tersebut dijelaskan oleh Sulaiman Al-Bujairimi dalam Hasyiyatul Iqna’, yang menyebutkan bahwa niat puasa wajib dilakukan pada malam hari sebelum fajar untuk setiap hari puasa.

Disebutkan bahwa puasa wajib seperti Ramadan, qada, maupun nazar mensyaratkan adanya niat pada malam hari. Hal ini didasarkan pada hadis Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa siapa yang tidak berniat sebelum fajar, maka tidak sah puasanya. Karena itu, dalam pandangan ini, niat harus dilakukan setiap malam.

ويشترط لفرض الصوم من رمضان أو غيره كقضاء أو نذر التبييت وهو إيقاع النية ليلا لقوله صلى الله عليه وسلم: من لم يبيت النية قبل الفجر فلا صيام له. ولا بد من التبييت لكل يوم لظاهر الخبر

Artinya: "Disyaratkan berniat di malam hari bagi puasa wajib seperti puasa Ramadan, puasa qada, atau puasa nazar. Ini berdasarkan hadis Rasulullah SAW, 'Siapa yang tidak berniat di malam hari sebelum fajar, maka tiada puasa baginya.' Karenanya, harus niat puasa di setiap hari (bulan Ramadan) jika melihat redaksi zahir hadits." (Sulaiman Al-Bujairimi, Hasyiyatul Iqna: Juz 2).

Dengan adanya dua pendapat tersebut, seseorang sebenarnya dapat berniat untuk satu bulan penuh sebagai langkah antisipasi apabila suatu malam lupa melafalkan niat.

Meski demikian, mengikuti pendapat mazhab Syafi'i yang mewajibkan pembaruan niat setiap malam tetap dianjurkan, terutama karena pandangan ini banyak dianut di Indonesia. Niat dapat dibaca setelah salat tarawih maupun saat sahur sebagai bentuk kehati-hatian.

Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Sekaligus

Di Indonesia, terdapat perbedaan kebiasaan dalam membaca niat puasa. Sebagian umat Islam melafalkannya setiap malam, sementara sebagian lainnya membaca niat sekali pada awal Ramadan untuk diniatkan selama sebulan penuh.

Berikut bacaan niat puasa Ramadan untuk satu bulan penuh:

نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هَذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma jami'i syahri Ramadani hadzihis sanati fardhan lillahi ta'aalaa.

Artinya: "Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadan tahun ini dengan mengikuti pendapat Imam Malik, wajib karena Allah Ta'ala".

Niat ini dibaca pada malam pertama Ramadan, setelah waktu Magrib hingga sebelum terbit fajar.

Bacaan Niat Puasa Ramadan Harian

Selain niat untuk satu bulan penuh, umat Islam juga dapat membaca niat puasa setiap malam. Cara ini sesuai dengan pendapat mazhab Syafi'i yang mewajibkan pembaruan niat setiap hari.

Berikut bacaan niat puasa Ramadan harian:

نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هٰذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i fardhi syahri Ramadana hadzihis sanati lillahi ta'ala

Artinya: "Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadan tahun ini, karena Allah Ta'ala".

Dengan membaca niat puasa setiap malam, umat Islam memastikan bahwa ibadah yang dijalankan keesokan harinya telah memenuhi syarat sah secara syariat.

Kapan Waktu Membaca Niat Puasa Ramadan?

Berdasarkan buku Panduan Praktis Ibadah Puasa karya Drs E Syamsuddin dan Ahmad Syahirul Alim Lc, niat puasa harus dilakukan sebelum terbit fajar. Bahkan, niat sudah dapat dibaca sejak malam hari setelah matahari terbenam. Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ لَمْ يُجْمِعُ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ

Artinya: "Barang siapa yang belum menguatkan niat berpuasa sebelum fajar maka tiada puasa baginya" (HR Abu Daud, Al-Tirmidzi, Al-Nasa'i, Ibnu Majah dan Ahmad).

Hadis tersebut menegaskan bahwa niat puasa Ramadan harus sudah ada sebelum waktu Subuh tiba. Karena itu, niat harian dapat dilakukan pada malam hari, mulai setelah Magrib hingga sebelum fajar. Artinya, Anda boleh membaca niat puasa sebelum salat Subuh.

Adapun untuk niat puasa sebulan penuh, pelaksanaannya dilakukan pada malam pertama Ramadan dalam rentang waktu yang sama, yakni setelah Magrib hingga sebelum terbit fajar.

Dalam kondisi tertentu, misalnya seseorang benar-benar lupa berniat karena tertidur atau kesibukan hingga melewatkan sahur, puasanya tetap sah selama belum makan, minum, atau melakukan hal yang membatalkan puasa. Dalam situasi tersebut, ia dapat melanjutkan puasanya dan segera berniat pada pagi hari.

Memahami niat puasa dengan benar menjadi langkah awal agar ibadah Ramadan 2026 berjalan sesuai tuntunan. Baik membaca niat setiap malam maupun berniat untuk satu bulan penuh, keduanya memiliki dasar pendapat dalam fikih. Meski demikian, memperbarui niat puasa setiap malam tetap lebih dianjurkan sebagai bentuk kehati-hatian.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Ketupat Sayur hingga Timphan, Ini 7 Kuliner Khas Lebaran di Indonesia

Ketupat Sayur hingga Timphan, Ini 7 Kuliner Khas Lebaran di Indonesia

NASIONAL
5 Permainan Ramah Anak Seru Saat Lebaran, Minim Paparan Gadget

5 Permainan Ramah Anak Seru Saat Lebaran, Minim Paparan Gadget

NASIONAL
Ucapkan Selamat Idulfitri 2026, Prabowo: Mari Kita Perkuat Kebersamaan

Ucapkan Selamat Idulfitri 2026, Prabowo: Mari Kita Perkuat Kebersamaan

NASIONAL
Momen Prabowo, Didit, dan Titiek Soeharto Kumpul Bareng Akhir Ramadan

Momen Prabowo, Didit, dan Titiek Soeharto Kumpul Bareng Akhir Ramadan

NASIONAL
Gelar Salat Id Perdana, Masjid Negara IKN Siap Tampung 7.500 Jemaah

Gelar Salat Id Perdana, Masjid Negara IKN Siap Tampung 7.500 Jemaah

NASIONAL
317.666 Personel Polri Amankan Malam Takbiran hingga Salat Id

317.666 Personel Polri Amankan Malam Takbiran hingga Salat Id

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT