Jokowi Ungkap Pertemuan dengan Prabowo, Bahas BoP hingga Tarif Dagang
Jumat, 6 Maret 2026 | 16:55 WIB
Solo, Beritasatu.com - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengungkap isi pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto serta mantan presiden dan wakil presiden lain yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (4/3/2026).
Dalam pertemuan itu, Jokowi mengatakan Presiden Prabowo memaparkan dua isu besar yang menjadi perhatian pemerintah, yakni keterlibatan Indonesia dalam forum perdamaian dunia Board of Peace (BoP) serta kebijakan tarif perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat.
“Iya, Bapak presiden menjelaskan mengenai dua hal besar yaitu mengenai masuknya Indonesia ke Board of Peace dan yang kedua mengenai tarif dagang Indonesia-Amerika," ujar Jokowi saat ditemui di kediamannya di kawasan Sumber, Solo, Jawa Tengah, Jumat (6/3/2026).
Jokowi mengatakan Presiden Prabowo menyinggung pentingnya keterlibatan Indonesia dalam forum perdamaian dunia Board of Peace (BoP) sebagai ruang dialog internasional untuk membahas stabilitas global.
"Yang pertama mengenai BoP. Beliau menyampaikan perlunya kita berada di dalam forum itu untuk membangun sebuah dialog yang baik agar dunia menjadi lebih damai,” ungkapnya.
Selain isu geopolitik, Prabowo juga menjelaskan kondisi hubungan perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat, termasuk soal tarif ekspor yang dinilai masih kurang dipahami publik.
“Yang kedua mengenai tarif, beliau juga jelaskan bahwa tarif itu yang justru lebih banyak itu adalah yang 0% karena ada 1.800 item komoditi barang yang diberikan bebas tarif 0%. ini yang tidak banyak diketahui oleh masyarakat. Kemudian pentingnya tarif dari bagi kita ya agar ekspor kita ke Amerika semakin banyak karena kita dengan Amerika sudah surplus. Seingat saya kurang lebih US$ 18 miliar. Saya kira ini sebuah angka yang sangat besar dan itu bisa kita tingkatkan lagi surplusnya," imbuhnya.
Dalam forum tersebut, Jokowi menyebut para tokoh yang hadir juga menyampaikan berbagai pandangan dan saran kepada Presiden Prabowo.
“Ya, semua menyampaikan pendapat, memberikan saran. Ada Pak SBY, ada Pak JK, Pak Budiono, Pak Maruf Amin, ketua-ketua partai, juga mantan-mantan menteri luar negeri, semuanya memberikan masukan yang menurut saya sangat baik. Forum-forum seperti itu dilakukan secara rutin," jelasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




