Kematian Dokter Jadi Alarm, DPR Desak Vaksinasi Campak Dewasa
Selasa, 31 Maret 2026 | 11:30 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kematian seorang dokter muda akibat komplikasi campak memicu parlemen mendesak pemerintah memperluas vaksinasi campak hingga kelompok dewasa. Langkah ini dinilai penting untuk melindungi tenaga medis yang rentan terpapar penyakit menular.
Anggota Komisi IX DPR Neng Eem Marhamah Zulfa meminta Kementerian Kesehatan segera memperluas cakupan imunisasi campak, khususnya bagi tenaga kesehatan.
Desakan tersebut muncul setelah seorang dokter magang di Cianjur, Jawa Barat, meninggal dunia akibat komplikasi campak. Peristiwa ini menjadi alarm serius, sehingga penyakit tersebut tidak hanya mengancam anak-anak.
“Kami sangat berduka. Ini menjadi alarm serius campak dapat berujung fatal. Pemerintah harus segera memperkuat vaksinasi pada kelompok dewasa, terutama tenaga medis sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan,” ujar Neng Eem, Selasa (31/3/2026).
Ia menyoroti program imunisasi nasional selama ini lebih berfokus pada anak-anak, sementara tenaga medis yang memiliki intensitas kontak tinggi dengan pasien justru berisiko besar terpapar.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu penularan di lingkungan fasilitas kesehatan jika tidak diantisipasi melalui vaksinasi yang memadai.
Berdasarkan data hingga akhir Februari 2025, tercatat 45 kejadian luar biasa (KLB) campak di 29 kabupaten/kota dengan lebih dari 8.300 kasus terkonfirmasi.
Menurut Neng Eem, tren tersebut harus diwaspadai karena dapat mengancam ketahanan sistem kesehatan nasional jika tidak ditangani secara komprehensif.
“Tenaga medis setiap hari berhadapan langsung dengan penyakit menular. Memberikan imunisasi lengkap dan berkala bukan hanya melindungi individu, tetapi juga mencegah penyebaran di rumah sakit dan fasilitas layanan kesehatan,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya pembentukan kekebalan kelompok (herd immunity) untuk menekan potensi lonjakan kasus di ruang publik maupun tempat kerja.
Neng Eem mendesak pemerintah segera memetakan wilayah terdampak serta memperluas akses vaksinasi campak bagi orang dewasa di seluruh daerah.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan menyatakan tengah mengkaji pemberian vaksin campak bagi tenaga kesehatan sebagai kelompok prioritas.
“Rencana vaksinasi untuk tenaga kesehatan sedang kami siapkan, termasuk analisis dan uji klinis terkait program vaksin yang digunakan,” kata Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes Andi Saguni.
Kemenkes mencatat sekitar 8% kasus campak terjadi pada orang dewasa, meski mayoritas masih didominasi kelompok balita.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




