Darurat Campak di Serang, 77 Suspek Terdata di Kramatwatu
Rabu, 15 April 2026 | 08:05 WIB
Serang, Beritasatu.com – Kasus suspek campak di Kabupaten Serang, Banten, terus mengalami peningkatan. Salah satu wilayah dengan jumlah kasus tertinggi berada di Kecamatan Kramatwatu.
Untuk mengantisipasi penularan yang semakin masif, pihak puskesmas bersama unsur terkait seperti TNI dan Polri terus melakukan imbauan kepada masyarakat, khususnya di wilayah Kramatwatu, agar segera mengikuti vaksinasi campak.
Berbagai langkah penanganan juga telah dilakukan oleh UPT Puskesmas Kramatwatu. Di antaranya melalui pelaksanaan outbreak response immunization (ORI) atau imunisasi massal, catch-up campaign imunisasi MR/campak, serta penguatan surveilans terhadap kasus suspek di seluruh posyandu.
Kepala UPT Puskesmas Kramatwatu dr Fenny Sunarsih mengakui wilayahnya menjadi yang tertinggi dalam kasus suspek campak di Kabupaten Serang.
“Sejak Januari hingga 14 April 2026, tercatat sudah ada sekitar 77 kasus suspek campak di Kecamatan Kramatwatu,” ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu lokasi yang ditemukan kasus suspek campak berada di Perumahan Kramat Permai. Di wilayah tersebut, terdapat dua keluarga yang sempat menjalani perawatan akibat dugaan campak.
Puskesmas Kramatwatu menargetkan sebanyak 8.000 warga, mulai dari balita, anak-anak, hingga orang dewasa, untuk mendapatkan vaksin campak. Namun hingga saat ini, realisasi vaksinasi baru mencapai sekitar 30%.
“Kami menargetkan 8.000 warga untuk divaksin, tetapi saat ini baru terealisasi sekitar 30 persen,” katanya.
Menurut Fenny, salah satu kendala dalam pelaksanaan vaksinasi adalah masih banyaknya warga yang tengah menjalani perawatan akibat suspek campak, sehingga belum bisa diberikan vaksin.
“Kendala kami adalah masih banyak warga yang sedang dalam perawatan, sehingga belum dapat divaksinasi,” tambahnya.
Pihak puskesmas juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak, mulai dari Polri, TNI, PMI, hingga Dinas Kesehatan, yang telah membantu dalam penanganan medis maupun sosialisasi kepada masyarakat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




