281.984 Anak di Aceh Tidak Pernah Diimunisasi dan Rentan Kena Campak
Minggu, 19 April 2026 | 10:14 WIB
Banda Aceh, Beritasatu.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh mencatat sebanyak 281.984 anak di provinsi itu tidak pernah menerima imunisasi lengkap dalam 5 tahun terakhir sejak 2021 hingga 2025. Kondisi ini membuat anak-anak rentan terkena penyakit campak.
"Sekitar 281.984 anak di Aceh dalam 5 tahun terakhir sama sekali tidak ada riwayat imunisasi dari bayi sampai dengan umur 5 tahun," kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Aceh Iman Murahman di Banda Aceh dikutip dari Antara, Minggu (19/4/2026).
Berdasarkan data Dinkes Aceh, tiga daerah tertinggi anak tidak diimunisasi tersebut, yakni Kabupaten Pidie sebanyak 34.182 anak, Aceh Utara 31.491 anak, dan Bireuen sebanyak 30.302 anak.
Iman menyampaikan anak-anak yang tidak mendapatkan imunisasi tersebut sangat rentan terhadap penyakit seperti campak. Bahkan, setiap tahunnya di Aceh terdapat sekitar 5.000 kasus, dan rata-rata mereka adalah anak-anak yang termasuk dalam 281.984 tersebut.
"Bahkan, untuk tahun ini saja sudah 724 kasus sejak Januari sampai Maret 2026, dan saya pikir tahun ini juga pasti angkanya ada berjumlah ribuan, karena memang anak-anak tadi kita belum dikejar untuk imunisasi," ujarnya.
Ia menegaskan Dinkes Aceh bersama kabupaten/kota dalam beberapa bulan ini terus berusaha untuk melakukan imunisasi terhadap anak-anak yang masuk dalam 281.984 tersebut.
"Sedikit demi sedikit, karena kita juga meminta ke petugas kesehatan untuk menyarankan dan kejar anak-anak yang ikut posyandu untuk imunisasi, sehingga mereka punya kekebalan, terutama terhadap campak. Karena campak ini bisa dilakukan pada anak balita sampai anak sekolah," ujarnya.
Ia menjelaskan secara nasional pada Januari-Maret 2026, angka imunisasi lengkap anak di Aceh masih yang terendah atau berada di posisi 37 dari 38 provinsi se Indonesia.
"Kalau secara nasional pada 2026, kita 1,9% atau baru 2% anak-anak, bayi di Aceh yang sudah imunisasi lengkap, dan itu kita menduduki peringkat ke 37, di atas Papua Pegunungan yang baru 0,1%," ujarnya.

Iman menuturkan berdasarkan hasil survei mereka, rendahnya angka imunisasi di Aceh tersebut disebabkan ketidakmauan orang tua untuk mengimunisasi anaknya, dan rata-rata alasannya, karena ketakutan efek samping.
"Ada yang memang sama sekali tidak mau ya. Jadi, kekhawatirannya itu lebih besar saat sebelum pelaksanaan imunisasi, dan tidak mengetahui manfaat yang terbaik dari imunisasi itu sendiri," katanya.
Terhadap kondisi ini, lanjut dia, Dinkes Aceh terus berupaya meningkatkan imunisasi anak di daerah ini, salah satunya dengan mendekati pemerintah daerah masing-masing agar dapat membantu mensosialisasikan kepada masyarakat.
Langkah ini sudah terbukti berjalan, seperti di Kabupaten Aceh Tengah, Aceh Tenggara, pemerintahan disana memberikan dukungan penuh, sehingga pelaksanaan imunisasi di sana terjadi peningkatan.
"Sekarang kita sedang mencoba di Kabupaten Pidie, Bireuen, Aceh Jaya, Aceh Besar, karena daerah ini capaian imunisasinya sangat rendah sekali, mudah-mudahan dengan pendekatan tersebut kita bisa melakukan peningkatan di 2026," pungkas Iman Murahman.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




