Kasus Campak Meluas di Garut, 35 Kecamatan Terdampak
Rabu, 22 April 2026 | 10:31 WIB
Garut, Beritasatu.com – Kasus Campak di Garut, Jawa Barat masih terjadi dan telah menyebar ke puluhan kecamatan. Meski demikian, Dinas Kesehatan setempat menyebut tren penyebaran mulai melandai.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Garut Asep Surahman mengatakan hingga Rabu (22/4/2026), kasus campak telah ditemukan di 35 kecamatan dan masih berpotensi bertambah.
“Kasus campak sudah menjangkau 35 kecamatan. Kemungkinan masih bisa bertambah, namun dari data saat ini trennya mulai landai,” ujarnya.
Sebagai langkah utama pencegahan, pemerintah menggencarkan program imunisasi massal, terutama untuk anak usia 9 hingga 59 bulan.
Dari total target 168.383 anak, capaian imunisasi telah mencapai 81,47% dalam waktu tiga minggu.
“Program ini cukup berhasil dan akan terus berlangsung hingga minggu kedua Mei 2026,” kata Asep.
Ia juga memastikan vaksin yang digunakan aman, termasuk alat suntik dalam proses imunisasi. Masyarakat diminta tidak ragu membawa anak ke fasilitas kesehatan.
110 Kasus Terkonfirmasi
Dinas Kesehatan mencatat sebanyak 110 kasus campak telah terkonfirmasi, mulai dari balita hingga orang dewasa. Sebagian pasien menjalani perawatan di rumah sakit maupun puskesmas.
Gejala campak umumnya diawali demam tinggi, kemudian muncul ruam merah pada kulit. Dalam beberapa kasus, dapat disertai batuk dan diare yang berisiko menyebabkan komplikasi.
“Awalnya seperti batuk biasa, lalu demam tinggi, kemudian muncul ruam merah. Ada juga yang disertai diare,” jelasnya.
Secara nasional, Kabupaten Garut termasuk dalam 102 daerah prioritas penanganan campak. Tingginya kasus menjadi alasan pemerintah mempercepat imunisasi, termasuk di wilayah Garut dan Tasikmalaya.
Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta segera memeriksakan anak ke fasilitas kesehatan jika muncul gejala, guna mencegah penyebaran lebih luas.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




