ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

3 Prajurit TNI Gugur, TB Hasanuddin Desak RI Keluar dari BoP

Kamis, 2 April 2026 | 16:42 WIB
IO
DM
Penulis: Ilham Oktafian | Editor: DM
Anggota Komisi I DPR, TB Hasanuddin, mendesak pemerintah Indonesia untuk mempertimbangkan mundur dari Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian. Desakan ini disampaikan menyusul insiden gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon Selatan.
Anggota Komisi I DPR, TB Hasanuddin, mendesak pemerintah Indonesia untuk mempertimbangkan mundur dari Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian. Desakan ini disampaikan menyusul insiden gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon Selatan. (Beritasatu.com/Yustinus Paat)

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Komisi I DPR, TB Hasanuddin, mendesak pemerintah Indonesia untuk mempertimbangkan mundur dari Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian. Desakan ini disampaikan menyusul insiden gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon Selatan. 

TB Hasanuddin menilai, langkah keluar dari BoP perlu dipertimbangkan karena adanya dugaan keterlibatan Israel yang juga merupakan anggota Dewan Perdamaian. “Kita tahu Israel itu tidak taat terhadap resolusi PBB. Padahal Israel juga berada di bawah PBB,” ujarnya kepada wartawan di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Ia juga menyoroti posisi BoP yang disebut dipimpin oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Menurutnya, keberadaan Indonesia dalam forum tersebut berpotensi tidak memberikan manfaat yang signifikan. “Kalau di bawah PBB saja tidak taat, apalagi di bawah BoP. Ini bisa jadi mubazir jika kita tetap berada di dalamnya,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

TB Hasanuddin mengkhawatirkan, jika Indonesia tetap bergabung dalam Dewan Perdamaian, maka tindakan sewenang-wenang terhadap pasukan perdamaian di Timur Tengah bisa terus berlanjut. 

Ia bahkan menyinggung potensi pengiriman pasukan dalam jumlah besar yang dinilai berisiko. “Daripada nanti kita harus mengirim pasukan hingga ribuan personel, lebih baik dipertimbangkan secara matang,” katanya.

TB Hasanuddin juga meminta pemerintah segera berkoordinasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengungkap hasil investigasi atas insiden tersebut. Menurutnya, keputusan untuk mundur dari misi perdamaian sebaiknya diambil setelah hasil investigasi resmi diumumkan. 

“Kalau hasil evaluasi menyatakan tidak efektif dan tidak ada manfaatnya, baru kita mundur dengan baik-baik,” pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Isu Politik-Hukum: Identitas Tersangka Penyiram Air Keras Andrie Yunus

Isu Politik-Hukum: Identitas Tersangka Penyiram Air Keras Andrie Yunus

NASIONAL
UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan untuk 3 Prajurit TNI yang Gugur

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan untuk 3 Prajurit TNI yang Gugur

INTERNASIONAL
Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon Tiba di Indonesia Sabtu Besok

Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon Tiba di Indonesia Sabtu Besok

NASIONAL
Jokowi: Saya Berduka Atas Gugurnya 3 Prajurit Terbaik TNI di Lebanon

Jokowi: Saya Berduka Atas Gugurnya 3 Prajurit Terbaik TNI di Lebanon

NASIONAL
3 Prajurit TNI Gugur, Anggota DPRD Jakarta Minta Israel Ditangkal

3 Prajurit TNI Gugur, Anggota DPRD Jakarta Minta Israel Ditangkal

NASIONAL
3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, PDIP Desak Israel Dibawa ke ICC

3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, PDIP Desak Israel Dibawa ke ICC

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT