ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

DPR Pastikan Haji 2026 Tak Terdampak Konflik AS-Iran

Kamis, 9 April 2026 | 14:57 WIB
AI
HH
Penulis: Achmat Ikhsan | Editor: HP
Wakil Ketua Komisi VIII DPR Abdul Wachid
Wakil Ketua Komisi VIII DPR Abdul Wachid (Beritasatu.com/Achmat Ikhsan)

Jepara, Beritasatu.com - Wakil Ketua Komisi VIII DPR Abdul Wachid memastikan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2026 telah mencapai 99% dan tidak terdampak konflik geopolitik di Timur Tengah, termasuk ketegangan Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel.

Pernyataan tersebut disampaikan Abdul Wachid saat menghadiri kegiatan Manasik Haji Terintegrasi di Gedung Haji Kabupaten Jepara, Kamis (9/4/2026). Kegiatan ini diikuti sebanyak 1.547 calon jemaah haji (CJH) asal Jepara sebagai bagian dari persiapan menuju Tanah Suci.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Jepara Witiarso Utomo, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jepara Siti Zuliati, serta sejumlah tokoh organisasi kemasyarakatan keagamaan.

ADVERTISEMENT

Menurut Abdul Wachid, pelaksanaan ibadah haji tahun ini tetap berjalan lancar meskipun situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah masih memanas.

“Haji tetap berjalan dengan baik, tidak ada dampak dari perang di Timur Tengah. Jadi, jemaah semua tidak perlu khawatir, saya baru melakukan kunjungan kerja ke Tanah Suci, kita diminta untuk berdoa ya, agar upaya perdamaian segera terwujud. Ini yang selalu disampaikan kepada kami," ujar wakil rakyat asal Jepara tersebut.

Berdasarkan hasil pemantauan langsung di Arab Saudi, ia menyebut kesiapan layanan haji hampir sepenuhnya rampung, termasuk akomodasi dan konsumsi bagi jemaah.

"Persiapan di Tanah Suci hasil pantauan kami telah mencapai 99%. Meliputi hotel, tenda di Mina maupun Arafah dan catering dinyatakan aman," jelasnya.

Sementara itu, jemaah haji asal Jepara dijadwalkan berangkat dalam lima kelompok terbang (kloter). Kloter pertama, yakni kloter 36, akan diberangkatkan pada 3 Mei 2026, disusul kloter 37, 38, dan seterusnya.

Abdul Wachid juga menegaskan bahwa biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) 2026 tidak mengalami kenaikan, meskipun terjadi lonjakan biaya avtur akibat terganggunya pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah.

Ia menyebut, jika kenaikan biaya avtur dibebankan kepada jemaah, maka tambahan biaya bisa mencapai Rp 7 juta hingga Rp 8 juta per orang.

"Presiden Prabowo sudah menegaskan tidak boleh membebani jemaah. Jadi, haji tetap sesuai jadwal dan biayanya juga tetap," paparnya.

Dengan kesiapan yang hampir mencapai 100%, pemerintah memastikan penyelenggaraan haji 2026 berjalan aman, lancar, dan tetap terjangkau bagi masyarakat, meskipun di tengah dinamika global yang tidak menentu.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Daftar 12 Jemaah Haji Aceh yang Wafat di Tanah Suci

Daftar 12 Jemaah Haji Aceh yang Wafat di Tanah Suci

NASIONAL
Temui Prabowo, Menteri Haji Beberkan Terobosan untuk Jemaah

Temui Prabowo, Menteri Haji Beberkan Terobosan untuk Jemaah

NASIONAL
Jemaah Haji Asal Indramayu Meninggal di Pesawat Saat Perjalanan Pulang

Jemaah Haji Asal Indramayu Meninggal di Pesawat Saat Perjalanan Pulang

JAWA BARAT
3.101 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali ke Tanah Air

3.101 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali ke Tanah Air

NASIONAL
Wamenhaj Minta Debarkasi Haji Dipercepat Tanpa Seremonial

Wamenhaj Minta Debarkasi Haji Dipercepat Tanpa Seremonial

JAWA TIMUR
Pungli Tawaf Lansia Terungkap, Menhaj: Itu Ranah Pengelola

Pungli Tawaf Lansia Terungkap, Menhaj: Itu Ranah Pengelola

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon