Isu Reshuffle Kabinet Hari Ini, Qodari: Kita Tunggu Saja
Senin, 27 April 2026 | 12:36 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari menegaskan perombakan atau reshuffle dalam Kabinet Merah Putih sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto.
Pernyataan tersebut disampaikan Qodari menanggapi isu yang beredar mengenai rencana reshuffle dalam waktu dekat, termasuk kabar yang menyebut dirinya sebagai salah satu pejabat yang akan dilantik.
“Itu semua prerogatif presiden,” ujar Qodari saat dikonfirmasi dikutip dari Antara, Senin (27/4/2026).
Ia mengimbau publik untuk menunggu pengumuman resmi dari Presiden terkait kemungkinan perubahan susunan kabinet. Menurutnya, keputusan terkait pengangkatan dan pemberhentian pejabat negara sepenuhnya berada di tangan kepala negara.
"Kita tunggu saja perkembangan dari Bapak Presiden ya," ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya juga meminta semua pihak bersabar menanggapi isu tersebut. Ia menyatakan informasi resmi akan disampaikan pada waktunya.
Sepanjang masa pemerintahannya, Presiden Prabowo tercatat telah melakukan empat kali reshuffle kabinet. Pada tahap pertama, 19 Februari 2025, sejumlah pejabat dilantik, di antaranya Brian Yuliarto sebagai menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta Muhammad Yusuf Ateh sebagai kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan.
Selain itu, Presiden juga melantik Amalia Adininggar Widyasanti sebagai kepala Badan Pusat Statistik dan Nugroho Sulistyo Budi sebagai kepala Badan Siber dan Sandi Negara.
Pada reshuffle tahap kedua, 8 September 2025, Purbaya Yudhi Sadewa ditunjuk sebagai menteri keuangan menggantikan Sri Mulyani Indrawati. Selain itu, Mukhtarudin dilantik sebagai menteri perlindungan pekerja migran Indonesia, serta Ferry Juliantono sebagai menteri Koperasi.
Pada tahap ketiga, 17 September 2025, Presiden melantik Djamari Chaniago sebagai menteri koordinator bidang politik dan keamanan, serta Erick Thohir sebagai menteri pemuda dan olahraga.
Selanjutnya, pada reshuffle keempat, 8 Oktober 2025, sejumlah pejabat kembali dilantik, di antaranya Benjamin Paulus Octavianus sebagai wakil menteri kesehatan dan Akhmad Wiyagus sebagai wakil menteri dalam negeri.
Di sektor BUMN, Dony Oskaria ditunjuk sebagai kepala BP BUMN. Presiden juga mengangkat sejumlah pejabat lain untuk memperkuat kinerja pemerintahan.
Dengan berbagai dinamika tersebut, keputusan reshuffle berikutnya masih menunggu pengumuman resmi dari Presiden.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




