Pangdam Mulawarman Saksikan Penyerahan Buku "Masyarakat Pancasila"
Selasa, 2 Maret 2021 | 22:06 WIB
Mahakam Ulu, Beritasatu.com - Buku "Masyarakat Pancasila" yang ditulis oleh sesepuh TNI, almarhum Letjen (Purn) Sayidiman Suryohadiprojo diserahkan oleh editor buku, AM Putut Prabantoro, yang juga alumnus Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XXI Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) kepada tiga tokoh masyarakat di Long Bagun, Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, Senin (1/3/2021).
Mereka adalah Ketua Adat Dayak Kenyah Balan Tingai, Komandan Satgas Pengamanan Perbatasan RI-Malaysia Mayor Inf Indar Riawan, Kapolsek Long Bagun AKP Purwanto dan Sekda Kabupaten Mahakam Ulu, Stephanus Madang. Penyerahan buku tersebut disaksikan oleh Pangdam VI/Mulawarman Mayjen Heri Wiranto dan alumnus PPSA XXI Lemhannas, Caturida Meiwanto Doktoralina yang juga dosen Universitas Mercu Buana (UMB) Jakarta.
Putut Prabantoro, Selasa (2/3/2021) mengatakan, Long Bagun merupakan titik kedua penyerahan buku "Masyarakat Pancasila". Pada 19 Januari lalu buku yang sama diserahkan kepada Pangdam Iskandar Muda Aceh Mayjen Achmad Marzuki di Titik Nol Kilometer Indonesia, Sabang.
Dalam penyerahan buku kedua ini ada keunikan tersendiri, yakni ada tiga pakaian adat bertemu. Pakaian adat Dayak dikenakan oleh Ketua Adat Dayak Kenyah Balan Tingai, pakaian adat Yogyakarta yang dikenakan AM Putut Prabantoro, dan pakaian adat Melayu yang dikenakan oleh Caturida Meiwanto Doktoralina.
Keunikan ini membuat masyarakat keterkejutan. Leni, salah satu penduduk setempat dan lulusan dari Program Studi Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada Yogyakarta mengatakan, peristiwa pertemuan tiga pakaian adat dalam penyerahan buku itu adalah peristiwa pertama yang terjadi di daerahnya. Long Bagun merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Mahakam Ulu yang berjarak 288 km dari Balikpapan, Kalimantan Timur.
Menurut Putut Prabantoro, dengan cara penyerahan kepada masyarakat seperti itu, buku terakhir Sayidiman Suryohadiprojo ini diharapkan dapat mengingatkan bangsa Indonesia tentang pentingnya budaya dalam ikatan NKRI. Pancasila, suku, budaya, dan ras yang merupakan anugerah dan sekaligus menjadi kekayaan dipersatukan dalam ikatan satu bangsa, yakni bangsa Indonesia. Oleh karena itu, kerukunan, toleransi dan persatuan sebagai bangsa menjadi tanggung jawab bersama dan harus dipelihara.
Dalam bukunya, Sayidiman Suryihadiprojo yang wafat pada 16 Januari 2021, berharap agar Pancasila membuat Indonesia Raya terwujud pada 2045 saat bangsa ini merayakan 100 tahun kemerdekaan.
Sementara itu, Caturida Meiwanto Doktoralina menegaskan, masyarakat Mahakam Ulu, terutama Long Bagun, harus mengedepankan gotong royong, sebagai nilai utama dalam Pancasila, untuk membangun daerahnya yang memiliki kekayaan alam berlimpah. Sebagai daerah baru pemekaran, kekayaan yang dimiliki Mahakam Ulu harus menyejahterakan masyarakat setempat dan itu hanya dapat dicapai melalui Pancasila.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




